Hamilton Terancam Sanksi, Mercedes Disarankan Siapkan Pembalap Cadangan
Senin, 05 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sangat ingin punya mobil untuk menantang Mercedes, karena menurut saya Red Bull tim yang kuat. Red Bull sudah menunjukkannya dengan pit stop tercepat. Kami hanya bisa fokus pada diri sendiri. Kadang lebih mudah menjadi tim penantang. Kalau Anda selalu dominan, Anda bisa saja ceroboh," ucap Horner. (Baca juga: Jangan Pernah Malas Pakai Masker karena Ini Alasannya)
Tidak hanya itu, Red Bull juga mengonfirmasi bahwa timnya akan tetap melanjutkan kiprah mereka di ajang F1 kendati mulai musim depan mereka akan kehilangan pemasok mesin mereka, Honda, yang memilih berhenti dari F1. Namun, mereka mengakui belum mendapatkan mesin pengganti untuk musim tersebut.
Saat ini ada tiga pemasok mesin lain di F1 yaitu Mercedes, Ferrari, dan Renault. Namun peluang terbesar mungkin bisa jatuh ke Renault. Sebab, mereka pernah bekerja sama ketika membantu Sebastian Vettel menjadi juara dunia F1 pada 2010 sampai 2013. Akan tetapi, petinggi tim Red Bull, Helmut Marko, bakal mengambil waktu lebih lama untuk menentukan pemasok mesin mereka berikutnya. (Lihat videonya: Lawan covid-19, Pakai Masker Berfiltrasi Baik)
Apalagi, F1 2022 akan memulai era baru dengan regulasi anyar mengenai desain mobil hingga batas maksimal dari anggaran setiap tim dalam pengembangan. "Kami akan bekerja dengan tim untuk mengevaluasi solusi power unit paling kompetitif untuk 2022 dan seterusnya. Kami tetap berkomitmen pada olahraga ini, dengan penandatangan Perjanjian Concorde terbaru F1," ungkapnya. (Raikhul Amar)
Tidak hanya itu, Red Bull juga mengonfirmasi bahwa timnya akan tetap melanjutkan kiprah mereka di ajang F1 kendati mulai musim depan mereka akan kehilangan pemasok mesin mereka, Honda, yang memilih berhenti dari F1. Namun, mereka mengakui belum mendapatkan mesin pengganti untuk musim tersebut.
Saat ini ada tiga pemasok mesin lain di F1 yaitu Mercedes, Ferrari, dan Renault. Namun peluang terbesar mungkin bisa jatuh ke Renault. Sebab, mereka pernah bekerja sama ketika membantu Sebastian Vettel menjadi juara dunia F1 pada 2010 sampai 2013. Akan tetapi, petinggi tim Red Bull, Helmut Marko, bakal mengambil waktu lebih lama untuk menentukan pemasok mesin mereka berikutnya. (Lihat videonya: Lawan covid-19, Pakai Masker Berfiltrasi Baik)
Apalagi, F1 2022 akan memulai era baru dengan regulasi anyar mengenai desain mobil hingga batas maksimal dari anggaran setiap tim dalam pengembangan. "Kami akan bekerja dengan tim untuk mengevaluasi solusi power unit paling kompetitif untuk 2022 dan seterusnya. Kami tetap berkomitmen pada olahraga ini, dengan penandatangan Perjanjian Concorde terbaru F1," ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :