GP Turki Dipastikan Tanpa Penonton
Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam lingkup upaya untuk memerangi pandemi virus korona dan sesuai dengan rekomendasi dari Komite Pandemi Provinsi Istanbul, F1 Grand Prix Turki akan diadakan tanpa penonton,” bunyi pernyataan pihak pemerintahan Turki dilansir crash.
Sebelumnya, penyelenggara GP Turki mengumumkan bahwa mereka telah menjual lebih dari 40.000 tiket hanya dalam enam jam setelah mendapatkan slot untuk menyelenggarakan F1 tahun ini. Bahkan, Ketua Promotor Inter City, Vural Ak, sangat yakin penonton akan diizinkan masuk ke sirkuit dan mereka berharap ada 100.000 penonton yang datang saat lomba berlangsung.
Sayangnya, rencana itu harus gagal terealisasi karena Pemerintah Turki tak memberikan izin F1 menggelar balapan dengan dihadiri penonton. “Kami berencana untuk mengisi kapasitas penuh, 220.000 kursi dalam keadaan normal, tetapi tidak mungkin dengan Covid-19,” ucap Ak. (Lihat videonya: Pasal Kontroversial UU Cipta kerja Dianggap Merugikan Buruh)
F1 baru-baru ini mulai mengizinkan penonton untuk masuk ke sirkuit. Hal itu ditandai dengan 3.000 penggemar menghadiri GP Tuscan di Mugello. Selanjutnya GP Rusia yang berlangsung dua pekan lalu berhasil menampung sekitar 30.000 penonton. Bahkan, beberapa balapan berikutnya di Nurburgring, Algarve, dan Imola, semuanya terbuka untuk para pengemar F1.
“Musim kami telah dipandu oleh pendekatan yang mengutamakan keselamatan, dan itu akan terus menjadi prioritas kami. Di Turki, kami sangat menantikan untuk melihat fans, tetapi situasi di negara itu tidak mungkin lagi, dan kami sepenuhnya memahami dan menghormati keputusan tersebut,” katanya. (Raikhul Amar)
Sebelumnya, penyelenggara GP Turki mengumumkan bahwa mereka telah menjual lebih dari 40.000 tiket hanya dalam enam jam setelah mendapatkan slot untuk menyelenggarakan F1 tahun ini. Bahkan, Ketua Promotor Inter City, Vural Ak, sangat yakin penonton akan diizinkan masuk ke sirkuit dan mereka berharap ada 100.000 penonton yang datang saat lomba berlangsung.
Sayangnya, rencana itu harus gagal terealisasi karena Pemerintah Turki tak memberikan izin F1 menggelar balapan dengan dihadiri penonton. “Kami berencana untuk mengisi kapasitas penuh, 220.000 kursi dalam keadaan normal, tetapi tidak mungkin dengan Covid-19,” ucap Ak. (Lihat videonya: Pasal Kontroversial UU Cipta kerja Dianggap Merugikan Buruh)
F1 baru-baru ini mulai mengizinkan penonton untuk masuk ke sirkuit. Hal itu ditandai dengan 3.000 penggemar menghadiri GP Tuscan di Mugello. Selanjutnya GP Rusia yang berlangsung dua pekan lalu berhasil menampung sekitar 30.000 penonton. Bahkan, beberapa balapan berikutnya di Nurburgring, Algarve, dan Imola, semuanya terbuka untuk para pengemar F1.
“Musim kami telah dipandu oleh pendekatan yang mengutamakan keselamatan, dan itu akan terus menjadi prioritas kami. Di Turki, kami sangat menantikan untuk melihat fans, tetapi situasi di negara itu tidak mungkin lagi, dan kami sepenuhnya memahami dan menghormati keputusan tersebut,” katanya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :