Sofia Kenin vs Iga Swiatek Berebut Jadi Ratu Roland Garros
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 03:16 WIB
loading...
Sofia Kenin vs Iga Swiatek Berebut Jadi Ratu Roland Garros
A
A
A
PARIS - Sofia Kenin bentrok Iga Swiatek di final tunggal putri Roland Garros 2020. Bentrok pemain unggulan dan nonunggulan di final terjadi setelah mereka melibas lawan-lawannya di semifinal. Kenin memasuki final Grand Slam keduanya pada tahun 2020 setelah mengalahkan unggulan No. 7 Petra Kvitova, 6-4, 7-5 di semifinal, Jumat (9/10/2020) dini hari WIB. Sebelumnya, Swiatek menjadi petenis Polandia pertama lolos ke final Roland Garros dengan memupus asa Nadia Podoroska dengan muda 6-2, 6-1.
Baca Juga: Rasakan Kanker Ovarium, Feby Fabiola: Tuhan, Mengapa Aku Mengalami Ini?
Kenin, juara Australia Terbuka itu kalah dalam dua pertemuan sebelumnya dengan petenis Ceko itu - termasuk kekalahan besar di Madrid tahun lalu di lapangan tanah liat - tetapi kali ini lolos dalam waktu satu jam 45 menit. Petenis berusia 21 tahun asal Amerika Serikat itu mengukir rekor kemenangan 16-1 tahun ini.
Dia juga mempertahankan rekor mengejutkannya di puncak turnamen, dengan enam gelar dari delapan terakhir yang dia buat di semifinal, dan menunjukkan efisiensi yang luar biasa, mengklaim empat dari lima break point-nya. ’’Dia pemain yang tangguh, dia memiliki permainan agresif yang hebat dan servis yang luar biasa. Saya tahu saya harus membawa permainan 'A' saya untuk menang, "katanya. "Saya sangat bangga pada diri saya sendiri, ini pertandingan yang hebat, dan saya sangat bahagia," lanjutnya.
Baca Juga: Kisah Tak Terungkap Andy Ruiz Dari Sparring Partner TKO Anthony Joshua
Baca Juga: Rasakan Kanker Ovarium, Feby Fabiola: Tuhan, Mengapa Aku Mengalami Ini?
Kenin, juara Australia Terbuka itu kalah dalam dua pertemuan sebelumnya dengan petenis Ceko itu - termasuk kekalahan besar di Madrid tahun lalu di lapangan tanah liat - tetapi kali ini lolos dalam waktu satu jam 45 menit. Petenis berusia 21 tahun asal Amerika Serikat itu mengukir rekor kemenangan 16-1 tahun ini.
Dia juga mempertahankan rekor mengejutkannya di puncak turnamen, dengan enam gelar dari delapan terakhir yang dia buat di semifinal, dan menunjukkan efisiensi yang luar biasa, mengklaim empat dari lima break point-nya. ’’Dia pemain yang tangguh, dia memiliki permainan agresif yang hebat dan servis yang luar biasa. Saya tahu saya harus membawa permainan 'A' saya untuk menang, "katanya. "Saya sangat bangga pada diri saya sendiri, ini pertandingan yang hebat, dan saya sangat bahagia," lanjutnya.
Baca Juga: Kisah Tak Terungkap Andy Ruiz Dari Sparring Partner TKO Anthony Joshua
Lihat Juga :