Reformasi Sepak Bola, Mayoritas Klub Inggris Kritis
Rabu, 14 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Di luar, ada kontroversi terkait hak suara, kemudian pengurangan peserta Liga Primer yang masuk dalam proposal, Project Big Picture memiliki beberapa sisi positif. Pertama, menghapus Piala Liga dan Community Shield akan memberikan waktu istirahat ekstra kepada para pemain tim elite. (Baca juga: Sulap Kecubung Jadi Obat Bius, Siswa MAN I Gresik Juarai Ajang Internasional)
Kedua, kompensasi dana bantuan kepada FA dan klub anggota EFL juga penting membantu kelangsungan hidup klub di level terbawah. Subsidi itu diharapkan bisa membantu klub di level bawah Liga Primer. Sebagai gambaran, sepak bola Inggris memiliki 11 level piramida, mulai dari paling bawah sampai Liga Primer.
Ada lebih dari 140 liga berada di 480 divisi kompetisi, dengan jumlah klub bervariasi dari tahun ke tahun. Tapi, jika rata-rata masing-masing divisi memiliki 15 klub, berarti lebih dari 7.000 tim dari hampir 5.300 klub yang ada di piramida sepak bola Inggris. Jumlah ini membengkak jika di tambah di bawah level 11 yang tidak masuk daftar secara resmi, yaitu level 12 sampai 20.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar klub menggantungkan hidupnya dari kemurahan hati pemilik, selain mengandalkan pendapatan tiket dari penonton. Sekarang, jika pandemi tidak jelas kapan akan berakhir, tidak ada yang menjamin klub di bawah level 2 (lihat tabel) bisa bertahan lama. “Jika klub tidak mendapatkan sesuatu segera, Anda akan melihat klub menghilang. Saya memperkirakan dalam 5-6 pekan," kata Pemilik Leyton Orient Nivel Travis, dikutip BBC. (Baca juga: Kenali Bahaya Virus Rotavirus yang Bisa Mematikan)
Menurut dia, krisis keuangan klub level bawah bukan karena pandemi, tapi sudah telah berlangsung bertahun-tahun. "Sebelum pandemi, 75% klub kehilangan uang–jelas ini tidak bisa berlangsung. Pandemi, jika Anda suka, memperburuk masalah dan kami perlu memperbaikinya,” tandasnya.
Kedua, kompensasi dana bantuan kepada FA dan klub anggota EFL juga penting membantu kelangsungan hidup klub di level terbawah. Subsidi itu diharapkan bisa membantu klub di level bawah Liga Primer. Sebagai gambaran, sepak bola Inggris memiliki 11 level piramida, mulai dari paling bawah sampai Liga Primer.
Ada lebih dari 140 liga berada di 480 divisi kompetisi, dengan jumlah klub bervariasi dari tahun ke tahun. Tapi, jika rata-rata masing-masing divisi memiliki 15 klub, berarti lebih dari 7.000 tim dari hampir 5.300 klub yang ada di piramida sepak bola Inggris. Jumlah ini membengkak jika di tambah di bawah level 11 yang tidak masuk daftar secara resmi, yaitu level 12 sampai 20.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar klub menggantungkan hidupnya dari kemurahan hati pemilik, selain mengandalkan pendapatan tiket dari penonton. Sekarang, jika pandemi tidak jelas kapan akan berakhir, tidak ada yang menjamin klub di bawah level 2 (lihat tabel) bisa bertahan lama. “Jika klub tidak mendapatkan sesuatu segera, Anda akan melihat klub menghilang. Saya memperkirakan dalam 5-6 pekan," kata Pemilik Leyton Orient Nivel Travis, dikutip BBC. (Baca juga: Kenali Bahaya Virus Rotavirus yang Bisa Mematikan)
Menurut dia, krisis keuangan klub level bawah bukan karena pandemi, tapi sudah telah berlangsung bertahun-tahun. "Sebelum pandemi, 75% klub kehilangan uang–jelas ini tidak bisa berlangsung. Pandemi, jika Anda suka, memperburuk masalah dan kami perlu memperbaikinya,” tandasnya.
Lihat Juga :