Jadi Juara Tanpa Pernah Meraih Kemenangan, Mir Melawan Sejarah
Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Terkait peluangnya di akhir musim, Mir kembali menegaskan jika gelar juara dunia belum ada di benaknya lantaran fokus utamanya adalah memburu kemenangan pertama. Dia bahkan menegaskan andai suatu saat nanti bisa memperbesar keunggulan poinnya dari Quartararo, dia akan tetap ngotot memburu kemenangan, tanpa memedulikan kansnya merebut gelar. (Baca juga: Wawancara Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dilakukan Daring)
“Soal cara meraih gelar dunia, saya mau menjalani balapan demi balapan saja. Saya tak peduli soal gelar. Saya hanya peduli pada tiap balapan, tapi mungkin saya tak terlalu memedulikan gelar seperti rider lain,” ucap Mir.
Mir pantas sangat berhasrat sekali merebut kemenangan pada musim ini. Pasalnya, dia tidak ingin menjadi pembalap dalam sejarah MotoGP yang sukses menjadi juara dunia tanpa merebut satu pun kemenangan dalam satu musim.
Dalam sejarah ajang balap motor paling bergengsi di dunia, pembalap yang menjadi juara dunia dengan kemenangan tersedikit ada tiga pembalap, yaitu Leslie Graham (1949), Umberto Masetti (1950), dan Nicky Hayden (2006). Ketiganya hanya mendapatkan dua kemenangan. Namun, dua nama pertama hanya menjalani enam balapan dalam semusim, berbeda dengan Hayden yang menjalani balapan sebanyak 17 seri.
Situasi tersebut membuat Mir enggan jemawa. Dia menyebut belum memenuhi satu syarat untuk bisa dicap sebagai penantang gelar juara dunia MotoGP 2020 . Dengan alasan ini, Mir pun mengincar kemenangan pada balapan-balapan selanjutnya. “Pada saat meraih kemenangan, yang saya harapkan segera terjadi, itu akan membuat saya menjadi jelas sebagai penantang gelar juara dunia,” ujar Mir. (Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui)
Mir sebenarnya hanya perlu bisa menjalani balapan dengan konsistensi dan selalu berada di podium pada empat balapan terakhir. Namun, dia tetap akan memburu kemenangan. Karena, ada tiga rider lain yang punya peluang sama besar untuk merebut gelar juara dunia musim ini. Selain Quartararo, ada rider Monster Energy Yamaha Maverick Vinales dan pembalap tim Ducati Andrea Dovizioso.
“Soal cara meraih gelar dunia, saya mau menjalani balapan demi balapan saja. Saya tak peduli soal gelar. Saya hanya peduli pada tiap balapan, tapi mungkin saya tak terlalu memedulikan gelar seperti rider lain,” ucap Mir.
Mir pantas sangat berhasrat sekali merebut kemenangan pada musim ini. Pasalnya, dia tidak ingin menjadi pembalap dalam sejarah MotoGP yang sukses menjadi juara dunia tanpa merebut satu pun kemenangan dalam satu musim.
Dalam sejarah ajang balap motor paling bergengsi di dunia, pembalap yang menjadi juara dunia dengan kemenangan tersedikit ada tiga pembalap, yaitu Leslie Graham (1949), Umberto Masetti (1950), dan Nicky Hayden (2006). Ketiganya hanya mendapatkan dua kemenangan. Namun, dua nama pertama hanya menjalani enam balapan dalam semusim, berbeda dengan Hayden yang menjalani balapan sebanyak 17 seri.
Situasi tersebut membuat Mir enggan jemawa. Dia menyebut belum memenuhi satu syarat untuk bisa dicap sebagai penantang gelar juara dunia MotoGP 2020 . Dengan alasan ini, Mir pun mengincar kemenangan pada balapan-balapan selanjutnya. “Pada saat meraih kemenangan, yang saya harapkan segera terjadi, itu akan membuat saya menjadi jelas sebagai penantang gelar juara dunia,” ujar Mir. (Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui)
Mir sebenarnya hanya perlu bisa menjalani balapan dengan konsistensi dan selalu berada di podium pada empat balapan terakhir. Namun, dia tetap akan memburu kemenangan. Karena, ada tiga rider lain yang punya peluang sama besar untuk merebut gelar juara dunia musim ini. Selain Quartararo, ada rider Monster Energy Yamaha Maverick Vinales dan pembalap tim Ducati Andrea Dovizioso.
Lihat Juga :