PSG Takluk dari Man United, Thomas Tuchel : Ini Kekalahan Terburuk

loading...
PSG Takluk dari Man United, Thomas Tuchel : Ini Kekalahan Terburuk
Thomas Tuchel merasa kekalahan PSG dari Man United di laga pembuka Liga Champions jadi salah satu hasil terburuk. Foto : Reuters
PARIS - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel menggambarkan kekalahan 2-1 dari Manchester United menjadi salah satu hasil terburuk. Le Parisien harus rela kehilangan angka di pertandingan pembuka Liga Championssetelah Marcus Rashford mencetak gol hanya tiga menit sebelum laga usai.

Hasil di Parc des Princes, Rabu (21/10/2020) dini hari WIB, memang setidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan PSG. Tanpa diperkuat Marquinhos dan Marco Verratti, United bisa mengambil keuntungan di menit 23 setelah Bruno Fernandesberhasil mencetak gol dari titik putih. (Baca juga : Rashford Antar Man United Taklukkan Paris)

Skor sempat imbang. Namun keuntungan buat tuan rumah bukan semata karena gol yang dibuat pemain PSG melainkan lahir karena gol bunuh diri Anthony Martial. (Baca juga : Tak Mampu Bongkar Benteng Sevilla, Chelsea Bangga Clean Sheet)

Sialnya kedudukan imbang tersebut tak bisa dipertahankan. Tiga menit jelang laga usai, Rashford menjadi pahlawan Setan Merah dan sekaligus menjadi tim pertama yang bisa menumbangkan PSG di kandang dalam 25 pertandingan. (Baca juga : Pembantaian Barcelona atas Ferencvaros, Tandai Rekor Gol Terbaru Messi)

"Saya tidak tahu mengapa (PSG bisa kalah). Tapi saya bisa mengatakan bahwa itu bukan level kami, dalam menggerakkan bola, dalam penguasaan bola, dalam serangan balik, dalam tantangan, dalam intensitas," beber Tuchel kepada beIN SPORTS.



"Sejauh ini, salah satu pertandingan terburuk kami, salah satu babak pertama terburuk kami," imbuh pelatih asal Jerman itu.

"Kabar baiknya adalah itu tidak bisa lebih buruk. Oke, kami kalah 1-0, mudah untuk bermain lebih baik di babak kedua dan kami harus melangkah, itu jelas," tambah Tuchel setelah penyerang bintang Neymar gagal untuk mencetak gol dalam empat penampilan Liga Champions berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November 2013.

"Kami mencoba melakukan beberapa perubahan taktis karena cederanya Idrissa Gueye. Kami mencoba memasukkan satu orang lagi yang ofensif. Ini merupakan risiko yang kami bayar pada akhirnya."



"Dari awal hingga akhir rasanya kami tidak pernah berada di level tertinggi kami, dan kami tidak benar-benar memasuki pertandingan seperti yang mutlak diperlukan di level ini," kata Tuchel.

Ketika ditanya tentang atmosfer pertandingan tanpa penonton, Tuchel mengatakan, "Saya tidak merasakannya. Kami telah memainkan berapa banyak pertandingan di Liga Champions sekarang tanpa pendukung? Saya tidak merasakannya, maaf."
(bbk)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top