Mercedes Potensi Juara Konstruktor di Portugal

loading...
Mercedes Potensi Juara Konstruktor di Portugal
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton melakukan pitstop pada Grand Prix Eifel di Sirkuit Nurburgring, Jerman. Foto/Reuters
PORTIMAO - Mercedes memiliki kesempatan meraih gelar konstruktor untuk ketujuh kali secara beruntun di Grand Prix (GP) Portugal, akhir pekan ini. Kedua pembalapnya, Lewis Hamiltondan Valtteri Bottas, harus menempati podium pertama dan kedua di Autódromo Internacional do Algarve.

Meski Formula One (F1) 2020 masih menyisakan enam seri, Mercedes sangat sulit dikejar para pesaingnya. Terbukti, mereka sekarang sudah mengumpulkan 391 poin atau unggul 180 angka dari Red Bull Racing yang berada di posisi kedua. Bahkan, tim pabrikan asal Jerman ini bisa menyelesaikan persaingan saat balapan di Portugal. (Baca: Inlah Pahala dan Keutamaan Menjaga Pandangan Mata)

Kesempatan ini tak lepas dari masalah yang dialami pembalap Red Bull Max Verstappen yang gagal finis dalam dua balapan beruntun di Monza dan Mugello. Kondisi itu membuat Mercedes semakin kokoh dalam memperebutkan gelar juara konstruktor pada musim ini.

Kini, dua pembalap Mercedes Hamilton dan Bottas harus bisa menyelesaikan balapan di podium tertinggi dan mendapatkan poin bonus dari lap tercepat di Portugal serta Red Bull hanya mencetak lima poin pada balapan tersebut. Secara matematis, tim asal Austria itu tak akan mampu mengejar torehan angka yang diraih Mercedes.



Jika tim yang dijuluki Silver Arrows itu menyelesaikan balapan di posisi pertama dan ketiga, mereka akan menjadi juara jika Red Bull gagal mencetak poin. Namun, Hamilton menyadari bahwa itu akan sangat sulit terwujud. Dia menilai Verstappen merupakan pembalap yang paling berbakat dibandingkan pembalap lainnya.

“Verstappen adalah pembalap yang memiliki bakat yang luar biasa. Dia sangat cepat dan konsisten. Jadi, tidak mudah mengalahkan pembalap muda yang sedang naik daun ini,” ujar Hamilton, dilansir racefans. (Baca juga: Masih Pandemi, Evaluasi Siswa Diminta Kembali ke ujian Sekolah)

Balapan di GP Portugal kali ini juga akan disambut antusias oleh fans di seluruh dunia. Pasalnya, Portugal termasuk negara baru yang menghelat ajang balap F1 tahun ini. Negara tetangga Spanyol tersebut memang pernah menjadi tuan rumah sebelumnya. Namun, mereka absen dan terakhir kali menggelar balapan pada 1996.



Dengan karakteristik trek yang berbeda dari sebelumnya, jelas seri kali ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi semua pembalap. Bukan tidak mungkin dominasi Mercedes bisa diruntuhkan tim lain. Bahkan, sejumlah nama pembalap dijagokan tampil sebagai pemenang dalam balapan akhir pekan ini. Meski begitu, Hamilton tetap paling dijagokan tampil sebagai pemenang.

“Ada periode di mana tidak ada pembalap dari latar belakang seperti saya yang muncul saat ini dan saya sadar itu. Jadi, tujuan saya adalah terus tampil sejauh yang saya bisa, melihat diri sendiri bisa melakukan itu untuk setidaknya tiga tahun lagi,” ungkap Hamilton. (Lihat videonya: Diduga Depresi, Anggota Polisi Tewas Tembak Dada Sendiri)

Sampai saat ini Bottas menjadi pembalap yang berpeluang menghentikan Hamilton dalam memperebutkan gelar juara dunia F1 tahun ini. Namun, pembalap asal Finlandia itu sempat mengatakan butuh keajaiban untuk bisa melampaui rekan setimnya tersebut. Saat ini, dia mengumpulkan 161 poin atau tertinggal 69 angka dari Hamilton.

Meski ada enam balapan tersisa, Bottas hanya bisa pasrah dan mencoba menjalani balapan demi balapan dengan baik. “Saya tahu jarak poin dengan Hamilton sekarang sangat besar sehingga saya akan benar-benar butuh keajaiban. Tapi, seperti biasa, tidak ada gunanya menyerah. Saya harus tetap memberikan yang terbaik dan terus mencoba,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top