Risiko Pilih El Clasico
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai contoh, jika dulu lini depan diisi Cristiano Ronaldo, Karim Benzema hingga Gareth Bale, sekarang pasca-kepergian CR7 dan Bale, hanya Benzema yang menjadi tumpuan. Para pelapisnya seperti Luka Jovic, Rodrygo Goes, dan Vinicius Jr belum memenuhi ekspektasi, bahkan cenderung angin-anginan. Sementara itu Marco Asensio belum menemukan ritme terbaik setelah sembuh dari cedera panjang.
Apa yang dialami Madrid berbanding terbalik dengan rival abadi mereka, Barca. Ditinggal Luis Suarez musim panas ini, kedalaman skuad Blaugrana tergolong baik karena masih memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Lionel Messi, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele hingga Ansu Fati.
Permasalahan kedalaman skuad yang berujung hasil negatif saat kontra Shakhtar itu seperti mengulangi memori musim lalu. Saat itu Madrid juga menuai kekalahan di pertandingan pembuka fase grup Liga Champions (kalah 0-3 dari Paris Saint Germain) dan memperpanjang tren buruk Madrid yang menelan kekalahan di dua pertandingan beruntun semua kompetisi. (Baca juga: Konsumsi Kedelai Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker)
Kegagalan Madrid menorehkan tiga poin pertama di Liga Champions membuat Zidane menjadi sorotan. Maklum, saat dikalahkan klub promosi Cadiz 0-1 di Primera Liga, Sabtu (17/10/2020), dia dihujani kritik lantaran performa buruk timnya.
Secara terbuka Zidane mengakui Madrid tampil di bawah standar terbaiknya di babak pertama atas Shakhtar. Dia bertanggung jawab karena memiliki kewenangan penuh atas tidak berjalan baiknya strategi permainan di lapangan.
“Saya senang untuk para pemain yang bereaksi dan berubah di babak kedua karena mereka tidak pantas mendapatkan hal-hal seperti itu. Itu adalah pertandingan yang buruk, malam yang buruk. Saya pelatihnya, saya orang yang perlu menemukan solusi dan saya tidak menemukannya,” kata Zidane seperti dilansir Marca.
Apa yang dialami Madrid berbanding terbalik dengan rival abadi mereka, Barca. Ditinggal Luis Suarez musim panas ini, kedalaman skuad Blaugrana tergolong baik karena masih memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Lionel Messi, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele hingga Ansu Fati.
Permasalahan kedalaman skuad yang berujung hasil negatif saat kontra Shakhtar itu seperti mengulangi memori musim lalu. Saat itu Madrid juga menuai kekalahan di pertandingan pembuka fase grup Liga Champions (kalah 0-3 dari Paris Saint Germain) dan memperpanjang tren buruk Madrid yang menelan kekalahan di dua pertandingan beruntun semua kompetisi. (Baca juga: Konsumsi Kedelai Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker)
Kegagalan Madrid menorehkan tiga poin pertama di Liga Champions membuat Zidane menjadi sorotan. Maklum, saat dikalahkan klub promosi Cadiz 0-1 di Primera Liga, Sabtu (17/10/2020), dia dihujani kritik lantaran performa buruk timnya.
Secara terbuka Zidane mengakui Madrid tampil di bawah standar terbaiknya di babak pertama atas Shakhtar. Dia bertanggung jawab karena memiliki kewenangan penuh atas tidak berjalan baiknya strategi permainan di lapangan.
“Saya senang untuk para pemain yang bereaksi dan berubah di babak kedua karena mereka tidak pantas mendapatkan hal-hal seperti itu. Itu adalah pertandingan yang buruk, malam yang buruk. Saya pelatihnya, saya orang yang perlu menemukan solusi dan saya tidak menemukannya,” kata Zidane seperti dilansir Marca.
Lihat Juga :