Ini Pesan Legenda Timnas Agar Timnas U-19 Sukses di Piala Dunia
Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:53 WIB
loading...
Penyerang timnas U-19 Braif Batari (kanan) berebut bola dengan pemain Makedonia Utara. dok PSSI
A
A
A
JAKARTA - Ketenaran menghampiri skuad tim nasional Indonesia U-19 seiring peningkatan performa selama menjalani pemusatan latihan di Kroasia. Nama-nama baru seperti Pratama Arhan, Saddam Emiruddin Gaffar, Irfan Jauhari, atau pemain keturunan Jack Brown dan lainnya, mulai dikenal publik.
Mereka menyusul pemain yang sebelumnya sudah menjadi bintang timnas usia muda seperti Supriadi, Bagas Kaffa, Beckham Putra, David Maulana, atau Witan Sulaeman yang kini sudah bermain di Eropa bersama RK Radnik Surdulica.
Nama terakhir bahkan sudah memperkuat timnas Indonesia pada semua level termasuk senior. Dengan usia yang masih sangat muda, pamor bintang ini dikhawatirkan justru akan menjadi boomerang jika tidak di tangani dengan baik. Apalagi, mereka akan tampil di Piala Dunia U-20, tahun depan.
“Ini harus dikelola dengan baik oleh para pembina sepak bola karena pemain sekarang sudah menjadi bintang sejak usia muda. Jangan sampai mereka terkena star syndrom dan pada akhirnya gagal pada level senior,” jelas mantan penyerang timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto dalam virtual meeting, Selasa (27/10/2020).
Baca juga : Pak Ketum, Timnas U-19 Akan Kemana Setelah dari Kroasia
Mereka menyusul pemain yang sebelumnya sudah menjadi bintang timnas usia muda seperti Supriadi, Bagas Kaffa, Beckham Putra, David Maulana, atau Witan Sulaeman yang kini sudah bermain di Eropa bersama RK Radnik Surdulica.
Nama terakhir bahkan sudah memperkuat timnas Indonesia pada semua level termasuk senior. Dengan usia yang masih sangat muda, pamor bintang ini dikhawatirkan justru akan menjadi boomerang jika tidak di tangani dengan baik. Apalagi, mereka akan tampil di Piala Dunia U-20, tahun depan.
“Ini harus dikelola dengan baik oleh para pembina sepak bola karena pemain sekarang sudah menjadi bintang sejak usia muda. Jangan sampai mereka terkena star syndrom dan pada akhirnya gagal pada level senior,” jelas mantan penyerang timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto dalam virtual meeting, Selasa (27/10/2020).
Baca juga : Pak Ketum, Timnas U-19 Akan Kemana Setelah dari Kroasia
Lihat Juga :