Ini Pesan Legenda Timnas Agar Timnas U-19 Sukses di Piala Dunia

loading...
Ini Pesan Legenda Timnas Agar Timnas U-19 Sukses di Piala Dunia
Penyerang timnas U-19 Braif Batari (kanan) berebut bola dengan pemain Makedonia Utara. dok PSSI
JAKARTA - Ketenaran menghampiri skuad tim nasional Indonesia U-19seiring peningkatan performa selama menjalani pemusatan latihan di Kroasia. Nama-nama baru seperti Pratama Arhan, Saddam Emiruddin Gaffar, Irfan Jauhari, atau pemain keturunan Jack Brown dan lainnya, mulai dikenal publik.

Mereka menyusul pemain yang sebelumnya sudah menjadi bintang timnas usia muda seperti Supriadi, Bagas Kaffa, Beckham Putra, David Maulana, atau Witan Sulaeman yang kini sudah bermain di Eropa bersama RK Radnik Surdulica.

Nama terakhir bahkan sudah memperkuat timnas Indonesia pada semua level termasuk senior. Dengan usia yang masih sangat muda, pamor bintang ini dikhawatirkan justru akan menjadi boomerang jika tidak di tangani dengan baik. Apalagi, mereka akan tampil di Piala Dunia U-20, tahun depan.

“Ini harus dikelola dengan baik oleh para pembina sepak bola karena pemain sekarang sudah menjadi bintang sejak usia muda. Jangan sampai mereka terkena star syndrom dan pada akhirnya gagal pada level senior,” jelas mantan penyerang timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yuliantodalam virtual meeting, Selasa (27/10/2020).



Baca juga : Pak Ketum, Timnas U-19 Akan Kemana Setelah dari Kroasia

Pengoleksi gol terbanyak kedua di tim Garuda setelah Bambang Pamungkas itu menilai, banyak pemain yang bersinar dikelompok usia, namun gagal di level selanjutnya karena terkena star syndrom.

Dia berpesan agar skuad timnas U-19 menjaga mental agar tidak puas degan sanjungan baik di dalam maupun di luar lapangan. Dia meminta David Maulana dkk memiliki mindset tidak pernah puas dan harus lapar prestasi.



Kurniawan yang kini menjadi pelatih Sabah FA menambahkan, menjadi pemain sepak bola tidak hanya sekadar taktik dan fisik. Lebih dari itu, banyak faktor yang akan menentukan performa pada level lebih tinggi.

“Harus bermimpi yang tinggi. Jangan karena sudah menembus tim utama di Indonesia, sudah puas. Harus bisa bermain di Eropa, harus berani menguji diri di level lebih tinggi,” ujar pemain yang pernah memperkuat tim asal Swiss FC Luzern.

Sebelumnya, Indonesia memiliki sejumlah pemain yang digadang-gadang menjadi bintang lapangan hijau. Mulai dari Syamsir Alam, Irvin Museng, Arthur Irawan, Yandi Sofyan, dan Maldini Pali. Pemain tersebut sempat berkiprah di Eropa namun pada akhirnya tenggelam di level senior.
(abr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top