Hasil Buruk Pengaruhi Mental Stroll di Ajang Formula 1
Rabu, 04 November 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
“Dia tidak berada di tempat sebelumnya. Dari tempatnya di Monza hingga di mana dia sekarang. Ada rasa kurang percaya diri yang pasti yang harus kami kerjakan pekan depan atau mencoba untuk mendapatkannya kembali," ujar Green, dilansir motorsportweek. (Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid)
Selain itu, Racing Point juga sedang terlibat dalam pertarungan dengan rivalnya di barisan tengah, McLaren dan Renault untuk posisi ketiga dalam kejuaraan konstruktor F1 musim ini. Saat ini, mereka mengumpulkan 134 poin dan hanya berjarak satu angka dari Renault yang berada di posisi ketiga.
Kondisi ini tentu menjadi salah satu alasan Stroll mendapatkan tekanan. Pasalnya, Green melihat sang pembalap ingin membantu timnya merebut poin sebanyak mungkin dalam persaingan tersebut. Namun, itu ternyata membuat Stroll semakin terbebani dan kehilangan fokus saat berada di atas lintasan.
"Ini benar-benar margin yang sangat bagus di sini. Jika Anda tidak berada di atas mobil dan memahami di mana ban berada, menempatkannya di tempat yang tepat, Anda dapat dibuat terlihat seperti orang bodoh. Kami hanya perlu mengembalikannya ke jalur yang benar. Kami dapat melakukannya. Kami memiliki peralatan dan memiliki orang-orangnya," papar Green. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Pada musim depan, Stroll akan berpasangan dengan juara dunia F1 empat kali Sebastian Vettel, yang memilih hijrah dari Ferrari. Sementara rekan setimnya yang sekarang, Sergio Perez, yang dites positif Covid-19 pada Agustus dan absen dua balapan, sekarang berada di urutan keenam secara keseluruhan dengan meraih poin di delapan balapan berturut-turut. (Raikhul Amar)
Selain itu, Racing Point juga sedang terlibat dalam pertarungan dengan rivalnya di barisan tengah, McLaren dan Renault untuk posisi ketiga dalam kejuaraan konstruktor F1 musim ini. Saat ini, mereka mengumpulkan 134 poin dan hanya berjarak satu angka dari Renault yang berada di posisi ketiga.
Kondisi ini tentu menjadi salah satu alasan Stroll mendapatkan tekanan. Pasalnya, Green melihat sang pembalap ingin membantu timnya merebut poin sebanyak mungkin dalam persaingan tersebut. Namun, itu ternyata membuat Stroll semakin terbebani dan kehilangan fokus saat berada di atas lintasan.
"Ini benar-benar margin yang sangat bagus di sini. Jika Anda tidak berada di atas mobil dan memahami di mana ban berada, menempatkannya di tempat yang tepat, Anda dapat dibuat terlihat seperti orang bodoh. Kami hanya perlu mengembalikannya ke jalur yang benar. Kami dapat melakukannya. Kami memiliki peralatan dan memiliki orang-orangnya," papar Green. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Pada musim depan, Stroll akan berpasangan dengan juara dunia F1 empat kali Sebastian Vettel, yang memilih hijrah dari Ferrari. Sementara rekan setimnya yang sekarang, Sergio Perez, yang dites positif Covid-19 pada Agustus dan absen dua balapan, sekarang berada di urutan keenam secara keseluruhan dengan meraih poin di delapan balapan berturut-turut. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :