Berpaling dari Quartararo, Asa Yamaha Bertumpu ke Morbidelli
Kamis, 05 November 2020 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, Morbidelli sebelumnya tidak pernah diperhitungkan pada balapan tahun ini. Namun, dia sudah mengoleksi dua kemenangan dalam 11 balapan yang sudah berlangsung. Meski begitu, catatan ini masih kalah dari Quartararo yang sudah menghasilkan tiga kemenangan sepanjang musim ini. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)
Tidak hanya itu, Morbidelli juga berada di bawah Quartararo dalam urusan peringkat klasemen sementara pembalap MotoGP 2020 . Saat ini, rider berusia 25 tahun itu di posisi keempat dengan 112 poin atau tertinggal 11 angka dari rekannya itu. Bahkan, dia cuma berselisih 25 poin dari Joan Mir yang berada di posisi puncak.
Karena itu, Stigefelt berharap Morbidelli bisa mempertahankan konsistensinya di atas lintasan. “Morbidelli kurang lebih hanyalah seorang underdog (kandidat yang kurang diunggulkan) tetapi dia sukses membuat gebrakan dan meraih dua kemenangan dengan cara luar biasa,” ucapnya.
Sementara Morbidelli bakal mencoba tampil lebih ngotot pada tiga seri tersisa di musim ini. Rider kelahiran Roma, 4 Desember 1994 itu ingin menjajal keberuntungannya dalam memperebutkan gelar juara dunia. Apalagi, dia memiliki kesempatan besar karena masih memiliki peluang untuk mewujudkan mimpinya tersebut.
Padahal, Morbidelli sejatinya tidak menargetkan gelar juara dunia pada musim ini. Apalagi, dia tidak memiliki catatan bagus pada MotoGP 2019. Ketika itu, juara Moto2 2017 ini tak sekali pun naik ke podium. Kondisi itu yang membuat timnya lebih mendorong Quartararo sebagai yang terbaik di awal musim.
Tidak hanya itu, Morbidelli juga berada di bawah Quartararo dalam urusan peringkat klasemen sementara pembalap MotoGP 2020 . Saat ini, rider berusia 25 tahun itu di posisi keempat dengan 112 poin atau tertinggal 11 angka dari rekannya itu. Bahkan, dia cuma berselisih 25 poin dari Joan Mir yang berada di posisi puncak.
Karena itu, Stigefelt berharap Morbidelli bisa mempertahankan konsistensinya di atas lintasan. “Morbidelli kurang lebih hanyalah seorang underdog (kandidat yang kurang diunggulkan) tetapi dia sukses membuat gebrakan dan meraih dua kemenangan dengan cara luar biasa,” ucapnya.
Sementara Morbidelli bakal mencoba tampil lebih ngotot pada tiga seri tersisa di musim ini. Rider kelahiran Roma, 4 Desember 1994 itu ingin menjajal keberuntungannya dalam memperebutkan gelar juara dunia. Apalagi, dia memiliki kesempatan besar karena masih memiliki peluang untuk mewujudkan mimpinya tersebut.
Padahal, Morbidelli sejatinya tidak menargetkan gelar juara dunia pada musim ini. Apalagi, dia tidak memiliki catatan bagus pada MotoGP 2019. Ketika itu, juara Moto2 2017 ini tak sekali pun naik ke podium. Kondisi itu yang membuat timnya lebih mendorong Quartararo sebagai yang terbaik di awal musim.
Lihat Juga :