Duet Marc Marquez, Pol Espargaro Akui Pertaruhkan Karir MotoGP
Kamis, 05 November 2020 - 19:53 WIB
loading...
Pembalap Red KTM Factory Racing Pol Espargaro. dok MotoGP
A
A
A
VALENCIA - Keputusan hijrah ke tim Repsol Honda musim depan menjadi pertaruhan besar dalam karir Pol Espargaro . Rider KTM itu menyadari beratnya menjadi duet Marc Marquez yang notabene merupakan anak emas pabrikan asal Jepang tersebut.
Espargaro akan memulai petualangan baru bersama Honda pada MotoGP musim 2021 mendatang. Kepindahannya ini lantas menuai banyak kritik mengingat motor Honda terkenal cukup sulit dikendarai. Jika tidak hati-hati, bukan tidak mungkin Pol akan mengalami penurunan performa yang signifikan.
Baca juga : Berpaling dari Quartararo, Asa Yamaha Bertumpu ke Morbidelli
Meski banyak komentar bernada miring, rupanya Pol memilih tidak peduli. Justru, rider berusia 29 tahun ini justru penasaran untuk bisa menjadi tandem dari Marquez yang dikenalnya sebagai pembalap terhebat saat ini. Mau tidak mau dia harus tampil sama bagusnya jika tidak ingin terpuruk.
“Saya penasaran apa yang akan terjadi (musim depan). Menjadi rekan setim pembalap terbaik dunia, dengan salah satu motor terbaik. Jika Anda tidak termotivasi dengan tantangan ini, lebih baik pulang. Ini akan jadi langkah penting dalam karier saya, yang bisa membuat saya lebih kuat atau menghancurkan saya,” ucapnya.
Espargaro akan memulai petualangan baru bersama Honda pada MotoGP musim 2021 mendatang. Kepindahannya ini lantas menuai banyak kritik mengingat motor Honda terkenal cukup sulit dikendarai. Jika tidak hati-hati, bukan tidak mungkin Pol akan mengalami penurunan performa yang signifikan.
Baca juga : Berpaling dari Quartararo, Asa Yamaha Bertumpu ke Morbidelli
Meski banyak komentar bernada miring, rupanya Pol memilih tidak peduli. Justru, rider berusia 29 tahun ini justru penasaran untuk bisa menjadi tandem dari Marquez yang dikenalnya sebagai pembalap terhebat saat ini. Mau tidak mau dia harus tampil sama bagusnya jika tidak ingin terpuruk.
“Saya penasaran apa yang akan terjadi (musim depan). Menjadi rekan setim pembalap terbaik dunia, dengan salah satu motor terbaik. Jika Anda tidak termotivasi dengan tantangan ini, lebih baik pulang. Ini akan jadi langkah penting dalam karier saya, yang bisa membuat saya lebih kuat atau menghancurkan saya,” ucapnya.
Lihat Juga :