Kembali Tertunda, Prancis Terbuka Akan Digelar Tanpa Penonton

loading...
Kembali Tertunda, Prancis Terbuka Akan Digelar Tanpa Penonton
Foto/shutterstock
PARIS - Prancis Terbuka dipastikan berlangsung tanpa penonton tahun ini. Demi alasan keamanan dan kesehatan, panitia penyelenggara turnamen memutuskan mengembalikan tiket penonton yang sudah telanjur terjual beberapa bulan sebelumnya.

Keputusan ini diambil setelah Prancis Terbuka mengalami penundaan yang awalnya direncanakan berlangsung pada 24 Mei-7 Juni menjadi 27 September-11 Oktober mendatang. Bahkan, jadwal itu bisa saja kembali terganggu mengingat Prancis menjadi salah satu dari enam negara di dunia yang mengalami dampak paling parah akibat pandemi virus corona.

Federasi Tenis Prancis (FTF) harus mengembalikan tiket penonton untuk menjamin semua orang dalam kondisi yang aman dari masalah kesehatan akibat virus yang sudah menjangkiti lebih dari 200 negara itu. Apalagi, pandemi itu menyebabkan ketidakpastian situasi bagi seluruh kegiatan olahraga di seluruh dunia, termasuk Prancis Terbuka.

“Kami memilih menunda penyelenggaraan Prancis Terbuka hingga akhir September. Sesuai tanggung jawab, kami bekerja dengan Pemerintah Prancis untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan semua orang. Akibat situasi saat ini, FTF memutuskan membatalkan semua tiket dan memberikan refund,” ujar Federasi Tenis Prancis, dilansir Reuters.



Meski begitu, penyelenggara Prancis Terbuka telah melakukan pembicaraan dengan badan pengelola olahraga untuk menyempurnakan jadwal di tengah laporan tertundanya Turnamen Grand Slam. Apalagi, jadwal penundaan ini juga mendapatkan kecaman karena jadwal tersebut berbenturan dengan musim lapangan keras.

Pada Maret lalu, panitia Prancis Terbuka memang mengumumkan tanggal baru pada 20 September. Tapi, media Prancis mengklaim turnamen lapangan tanah liat itu akan dimulai sepekan kemudian, yakni pada 27 September. Pemilihan tanggal itu merupakan waktu yang paling tepat. Karena, ini akan membuat para petenis mendapatkan waktu jeda dua pekan setelah berakhirnya Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2020.

“Kami mengambil keputusan pada pertengahan Maret untuk menunda Roland Garros dari 20 September hingga 4 Oktober. Sejak itu, kami telah mendiskusikan dengan badan-badan internasional dari berbagai organisasi (Federasi Tenis Internasional, WTA, ATP) mengenai jadwal optimal untuk bagian kedua musim ini yang akan segera diselesaikan dengan berbagai pihak terkait,” kata juru bicara FTF.



Sementara itu, pihak Prancis Terbuka bersama tiga panitia Grand Slam lainnya dan organisasi tenis dunia mengumpulkan lebih dari USD6 juta (Rp89,6 miliar) untuk membantu pemain yang terkena dampak pandemi Covid-19. Program bantuan pemain ini ditargetkan sekitar 800 pemain tunggal dan ganda secara kolektif dalam tur putra dan putri yang membutuhkan dukungan finansial.

ATP dan WTA akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan donasi kepada para petenis yang membutuhkan masing-masing wilayahnya. “Penciptaan program bantuan pemain adalah demonstrasi positif dari kemampuan olahraga untuk bersatu selama masa krisis ini,” kata badan tenis dunia, termasuk ATP dan WTA, bersama dengan Federasi Tenis Internasional, dalam sebuah pernyataan bersama. (Raikhul Amar)
(ysw)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top