Asosiasi Pemain Minta Revisi Jadwal Internasional
Kamis, 12 November 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
"Ada risiko daftar jadwal pertandingan menjadi terlalu padat yang tidak akan baik untuk pemain atau seluruh sistem sepak bola. Kami terus berhubungan dengan FIFPro, persatuan pemain tempat kami bergabung, UEFA, dan FIFA untuk memahami bagaimana situasi darurat ini mencerminkan aktivitas sepak bola internasional,” ujar pernyataan Calcagno, dilansir football-italia.net. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Mengenai ASL di Italia yang membuat pihak klub kebingungan setelah beberapa pemain dilarang bepergian memperkuat tim nasional dan yang lainnya tidak pada pertandingan internasional bulan ini, Calcagno menyadari seluruh pemangku kepentingan sepak bola Italia dan pemerintah harus berjalan bersama. Tujuannya agar semua protokol yang disiapkan bisa berjalan baik dan tidak merugikan siapa pun.
Terlebih ASL tidak hanya menangani sepak bola, tapi juga elemen lain seperti sekolah hingga aktivitas bisnis. Hal itu membuat sepak bola Italia memerlukan sebuah protokol yang dapat bekerja secara efektif. Calcagno berharap tercipta keseragaman, karena kompetisi harus dijaga keteraturannya.
“Ada dua rencana berbeda. Protokol kami dibandingkan dengan negara lain, tentu saja yang paling lengkap dan paling protektif bagi pemain. Namun, pada gilirannya, itu juga menyebabkan biaya yang lebih besar,” tuturnya.
Dia telah meminta otoritas terpusat bertanggung jawab atas pengujian, sebuah ide yang dibagikan Federasi. “ASL bukan bagian dari dunia kita dan dapat bertindak secara mandiri di sektor lain, dari sekolah hingga bisnis,”sebut Calcagno. (Baca juga: Kiat Pangkas Berat Badan Selama Pandemi)
Mengenai ASL di Italia yang membuat pihak klub kebingungan setelah beberapa pemain dilarang bepergian memperkuat tim nasional dan yang lainnya tidak pada pertandingan internasional bulan ini, Calcagno menyadari seluruh pemangku kepentingan sepak bola Italia dan pemerintah harus berjalan bersama. Tujuannya agar semua protokol yang disiapkan bisa berjalan baik dan tidak merugikan siapa pun.
Terlebih ASL tidak hanya menangani sepak bola, tapi juga elemen lain seperti sekolah hingga aktivitas bisnis. Hal itu membuat sepak bola Italia memerlukan sebuah protokol yang dapat bekerja secara efektif. Calcagno berharap tercipta keseragaman, karena kompetisi harus dijaga keteraturannya.
“Ada dua rencana berbeda. Protokol kami dibandingkan dengan negara lain, tentu saja yang paling lengkap dan paling protektif bagi pemain. Namun, pada gilirannya, itu juga menyebabkan biaya yang lebih besar,” tuturnya.
Dia telah meminta otoritas terpusat bertanggung jawab atas pengujian, sebuah ide yang dibagikan Federasi. “ASL bukan bagian dari dunia kita dan dapat bertindak secara mandiri di sektor lain, dari sekolah hingga bisnis,”sebut Calcagno. (Baca juga: Kiat Pangkas Berat Badan Selama Pandemi)
Lihat Juga :