Hantu Tes Doping Bagi Para Atlet, Berkaca dari Kasus Iannone

Kamis, 12 November 2020 - 13:35 WIB
loading...
A A A
Itu tidak berarti semua yang dites positif telah diberi sanksi. Beberapa positif palsu dan yang lainnya dilindungi oleh pengecualian penggunaan terapeutik yang sah. Sementara beberapa tidak diragukan lagi termasuk sengaja menggunakan doping dan yang lainnya termasuk dalam kelompok yang menghadapi tuduhan menggunakan zat terlarang tanpa tahu bagaimana itu terjadi.

Artinya, hanya karena seorang atlet dites positif doping , tidak berarti mereka curang. Lab Antidoping Swiss dan Kantor Olahraga Federal Swiss melakukan salah satu studi pertama tentang masalah ini. Sejak 2003, deteksi furosemide telah meningkat, tapi seperti yang diperingatkan British Journal of Pharmacology dalam sebuah tinjauan pada tahun 2010, "tren peningkatan temuan positif ini mungkin tidak hanya karena peningkatan penyalahgunaan, tapi kemungkinan besar karena metode deteksi yang lebih baik" . (Baca juga: Ini Daftar Penerima Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa)

Sebuah studi yang dilakukan enam akademisi di Spanyol untuk Nutrients Journal pada tahun 2017 melaporkan bahwa suplemen yang diuji untuk zat yang dilarang WADA menunjukkan tingkat kontaminasi antara 12 dan 58%.

Penggunaan suplemen tersebar luas di kalangan atlet dengan satu laporan menemukan di beberapa olahraga hingga 90% peserta yang mengonsumsi setidaknya satu suplemen sehari. Dalam bukunya The Anti-Doping Crisis in Sport, akademisi Paul Dimeo dan Verner Moller menyarankan efek buruk dari lebih banyak tes, untuk lebih banyak zat, dengan peningkatan sensitivitas.

“Itu berarti, atlet yang tidak pernah mengonsumsi zat terlarang dan tidak pernah lalai dalam pengertian yang masuk akal dari kata ini, akan meningkatkan risiko menjadi korban dari positif palsu,” bunyi pernyataan Dimeo dan Moller

Di sisi lain, penggunaan doping tetap saja tidak bisa ditoleransi mengingat doping adalah zat terlarang yang dikonsumsi untuk meningkatkan performa. Ada lima kelas obat terlarang, yang paling umum adalah stimulan dan hormon. Ada risiko kesehatan yang terlibat dalam meminumnya dan dilarang oleh badan pengatur olahraga. (Lihat videonya: Fenomena Pohon Pisang Berdaun Purih Gegerkan Warga Bandung)

Menurut Badan Antidoping Inggris, zat dan metode dilarang jika memenuhi setidaknya dua dari tiga kriteria berikut: zat dan metode tersebut meningkatkan kinerja, mengancam kesehatan atlet, atau melanggar semangat olahraga.

Penggunaan stimulan dan zat pembangun kekuatan dalam olahraga telah dilakukan sejak zaman Yunani Kuno. Namun, selama tahun 1920-an, pembatasan penggunaan narkoba dalam olahraga dianggap perlu untuk pertama kali. (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
Indonesia Siap Gelar...
Indonesia Siap Gelar MotoGP Mandalika 2026
Sambut Ultah Amerika...
Sambut Ultah Amerika Serikat, Aprilia Meluncurkan X 250TH
Resmi! Kontrak 1 Musim...
Resmi! Kontrak 1 Musim Penuh, Logo FIFASTRA Mejeng di Motor dan Wearpack Pembalap Honda
Special Bola
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: De Oranje Menang Besar?
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Menang Lagi?
Jeda Minum di Piala...
Bola Dunia
Jeda Minum di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Jurgen Klopp Justru Punya Sudut Pandang Unik
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Berita Terkini
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Infografis
Beda Dari P. Candrawathi,...
Beda Dari P. Candrawathi, Para Perempuan Tersangkut Kasus Ini Ditahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved