Akibat Pandemi Corona, Nasib PON Papua di Tangan Jokowi
Kamis, 16 April 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Zainudin mengatakan opsi waktu yang diberikan terkait penundaan PON telah disesuaikan dengan multievent olahraga internasional di tahun depan seperti SEA Games di Vietnam (November) dan Olimpiade Tokyo (Juli-Agustus). Dia juga tidak menampik tahun depan merupakan tahun padat untuk olahraga Tanah Air.
Selain itu, Menpora menjelaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini bukan hanya mengganggu persiapan jadwal, tapi juga khususnya pengerjaan arena olahraga atau venue. Menurutnya, venue yang dibiayai APBN yang ditargetkan selesai Juli 2020 terancam molor. Masalahnya, semua daerah, termasuk Papua, lebih berkonsentrasi untuk mengatasi pandemi virus corona.
Selain itu, persoalan kebutuhan anggaran tambahan yang diminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua belum tuntas direvisi. Alhasil, pengadaan peralatan pertandingan belum terpenuhi. Dia juga akan menampung semua usulan, termasuk dari Komisi X terkait penyelenggaraan PON. Usulan itu nantinya akan disampaikan dalam rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo.
"Laporan yang kami terima dari KONI maupun daerah, tetap ada kegiatan tapi sudah sangat melambat. Jika April tahun ini masih belum selesai (covid-19), pengadaan barang dari luar negeri untuk kebutuhan PON berpengaruh. Opsi ini juga melihat bagaimana pengerjaan venue dan tempat penginapan yang terkendala karena akses sudah dibatasi di Papua,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Djoko Pekik mendukung wacana penundaan PON XX Papua hingga tahun depan. Namun, mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora ini meminta agar pengunduran itu tidak terlalu lama. Pasalnya, kondisi tersebut juga akan memberatkan pemerintah daerah dari sisi anggaran.
Selain itu, Menpora menjelaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini bukan hanya mengganggu persiapan jadwal, tapi juga khususnya pengerjaan arena olahraga atau venue. Menurutnya, venue yang dibiayai APBN yang ditargetkan selesai Juli 2020 terancam molor. Masalahnya, semua daerah, termasuk Papua, lebih berkonsentrasi untuk mengatasi pandemi virus corona.
Selain itu, persoalan kebutuhan anggaran tambahan yang diminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua belum tuntas direvisi. Alhasil, pengadaan peralatan pertandingan belum terpenuhi. Dia juga akan menampung semua usulan, termasuk dari Komisi X terkait penyelenggaraan PON. Usulan itu nantinya akan disampaikan dalam rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo.
"Laporan yang kami terima dari KONI maupun daerah, tetap ada kegiatan tapi sudah sangat melambat. Jika April tahun ini masih belum selesai (covid-19), pengadaan barang dari luar negeri untuk kebutuhan PON berpengaruh. Opsi ini juga melihat bagaimana pengerjaan venue dan tempat penginapan yang terkendala karena akses sudah dibatasi di Papua,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Djoko Pekik mendukung wacana penundaan PON XX Papua hingga tahun depan. Namun, mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora ini meminta agar pengunduran itu tidak terlalu lama. Pasalnya, kondisi tersebut juga akan memberatkan pemerintah daerah dari sisi anggaran.
Lihat Juga :