Simona Halep Ragu WTA Tour 2020 Bisa Kembali Bergulir
Kamis, 16 April 2020 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, Halep juga memikirkan turnamen lain yang terdampak akibat wabah mematikan tersebut. Terbaru adalah Piala Rogers resmi dibatalkan tahun ini. Kondisi itu membuat mantan petenis nomor satu dunia ini mulai ragu seluruh turnamen bisa kembali dilanjutkan.
“Skenario terburuk di kepala saya adalah bahwa tahun ini akan dibatalkan. Saya yakin periode ini akan berlalu, terutama jika kita mendengarkan instruksi dan tetap di sini (rumah). Saya pikir istirahat akan lebih lama, saya tidak berpikir kita akan melanjutkan pada Juli. Saya tidak pernah memiliki perasaan seperti itu, jadi saya tidak tahu apa yang diharapkan. Namun, hal terpenting dalam tenis adalah kaki. Saya harus terus berlari dan menjaga otot saya tetap aktif sehingga saya bisa bergerak dengan baik di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Chairman ATP Andrea Gaudenzi juga mengaku ragu dengan pelaksana kembali turnamen tenis di sisa tahun ini. Dia menyebut tidak ada yang tahu kapan semua petenis bisa kembali bermain dalam keadaan aman. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan diskusi mengenai turnamen tenis bakal dimulai lagi pada Agustus, September, Oktober, atau November, tapi itu semua hanya hipotesis. Walau pesimistis, dia tetap yakin turnamen-turnamen ATP Tour bisa kembali berlangsung pada musim panas nanti.
“Kami tidak bisa membenturkan kepala ke tembok untuk sesuatu hal yang tidak akan terjadi karena kami mungkin baru akan mulai kembali pada musim depan. Jika kami berhasil memulai lagi pada bulan Agustus, kami akan menyelamatkan dua ajang grand slam dan enam kejuaraan Masters 1000. Namun, jika tidak (berhasil), masalahnya akan meningkat menjadi 10 kali lipat,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
“Skenario terburuk di kepala saya adalah bahwa tahun ini akan dibatalkan. Saya yakin periode ini akan berlalu, terutama jika kita mendengarkan instruksi dan tetap di sini (rumah). Saya pikir istirahat akan lebih lama, saya tidak berpikir kita akan melanjutkan pada Juli. Saya tidak pernah memiliki perasaan seperti itu, jadi saya tidak tahu apa yang diharapkan. Namun, hal terpenting dalam tenis adalah kaki. Saya harus terus berlari dan menjaga otot saya tetap aktif sehingga saya bisa bergerak dengan baik di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Chairman ATP Andrea Gaudenzi juga mengaku ragu dengan pelaksana kembali turnamen tenis di sisa tahun ini. Dia menyebut tidak ada yang tahu kapan semua petenis bisa kembali bermain dalam keadaan aman. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan diskusi mengenai turnamen tenis bakal dimulai lagi pada Agustus, September, Oktober, atau November, tapi itu semua hanya hipotesis. Walau pesimistis, dia tetap yakin turnamen-turnamen ATP Tour bisa kembali berlangsung pada musim panas nanti.
“Kami tidak bisa membenturkan kepala ke tembok untuk sesuatu hal yang tidak akan terjadi karena kami mungkin baru akan mulai kembali pada musim depan. Jika kami berhasil memulai lagi pada bulan Agustus, kami akan menyelamatkan dua ajang grand slam dan enam kejuaraan Masters 1000. Namun, jika tidak (berhasil), masalahnya akan meningkat menjadi 10 kali lipat,” ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :