Keseimbangan Tim Mourinho Mulai Terlihat
Senin, 23 November 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Tottenham diyakini telah berada di tangan yang tepat. Mou adalah sosok berpengalaman menaklukkan Liga Primer berbekal 3 gelar yang diraihnya bersama Chelsea (2004–2005, 2005–2006, 2014–2015). Bersama Mou, Harry Kane dkk terlihat begitu konsisten. Dalam 15 pertandingan terakhir semua kompetisi, Tottenham hanya mengalami 1 kekalahan.
Kemenangan atas Man City yang notabene salah satu tim terkuat di Liga Primer saat ini dan berstatus sebagai runner-up musim lalu jelas membuktikan bahwa racikan Mou di Tottenham layak diperhitungkan. Kendati demikian Mou tetap membumi.
Dia mengatakan bahwa Tottenham tidak berada dalam posisi bersaing dalam perebutan Liga Primer dan menganggap persaingan antartim sangat ketat. Pelatih berusia 52 tahun tersebut fokus membawa timnya meraih hasil terbaik di setiap pertandingan dan membiarkan semua mengalir hingga akhir musim.
Target The Special One selanjutnya adalah mendapatkan poin maksimal saat menghadapi wakil Bulgaria, Ludogorets Razgrad, pada pertandingan Grup J, Liga Europa, Jumat (27/11), sebelum bertandang ke Stamford Bridge, markas Chelsea, di Liga Primer, Minggu (29/11). (Baca juga: Minat Wisata Petualangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Rasanya menyenangkan (memimpin klasemen sementara), tapi mungkin beberapa hari ke depan kami berada di urutan kedua lagi dan sejujurnya itu tidak akan menjadi masalah bagi saya. Saya hanya senang dengan evolusi,” ungkap Mou seperti dilansir bbc.
Keputusan Mou tidak larut dalam euforia atas keberhasilan timnya menguasai klasemen sementara bukan tanpa sebab. Tottenham sewaktu-waktu bisa tergeser dari takhta karena mendapatkan perlawanan sengit dari para rivalnya, yaitu Chelsea dan Leicester City (18 poin) serta juara bertahan Liverpool (17 poin).
The Reds berpeluang menyamai poin Tottenham jika mampu menumbangkan Leicester dini hari tadi. “Orang-orang tidak bisa mengharapkan kami datang ke sini dan setelah satu musim kami berjuang untuk gelar. Kami tidak berjuang untuk gelar, kami hanya berjuang untuk memenangi setiap pertandingan,” tandas Mou. (Baca juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)
Kemenangan atas Man City yang notabene salah satu tim terkuat di Liga Primer saat ini dan berstatus sebagai runner-up musim lalu jelas membuktikan bahwa racikan Mou di Tottenham layak diperhitungkan. Kendati demikian Mou tetap membumi.
Dia mengatakan bahwa Tottenham tidak berada dalam posisi bersaing dalam perebutan Liga Primer dan menganggap persaingan antartim sangat ketat. Pelatih berusia 52 tahun tersebut fokus membawa timnya meraih hasil terbaik di setiap pertandingan dan membiarkan semua mengalir hingga akhir musim.
Target The Special One selanjutnya adalah mendapatkan poin maksimal saat menghadapi wakil Bulgaria, Ludogorets Razgrad, pada pertandingan Grup J, Liga Europa, Jumat (27/11), sebelum bertandang ke Stamford Bridge, markas Chelsea, di Liga Primer, Minggu (29/11). (Baca juga: Minat Wisata Petualangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Rasanya menyenangkan (memimpin klasemen sementara), tapi mungkin beberapa hari ke depan kami berada di urutan kedua lagi dan sejujurnya itu tidak akan menjadi masalah bagi saya. Saya hanya senang dengan evolusi,” ungkap Mou seperti dilansir bbc.
Keputusan Mou tidak larut dalam euforia atas keberhasilan timnya menguasai klasemen sementara bukan tanpa sebab. Tottenham sewaktu-waktu bisa tergeser dari takhta karena mendapatkan perlawanan sengit dari para rivalnya, yaitu Chelsea dan Leicester City (18 poin) serta juara bertahan Liverpool (17 poin).
The Reds berpeluang menyamai poin Tottenham jika mampu menumbangkan Leicester dini hari tadi. “Orang-orang tidak bisa mengharapkan kami datang ke sini dan setelah satu musim kami berjuang untuk gelar. Kami tidak berjuang untuk gelar, kami hanya berjuang untuk memenangi setiap pertandingan,” tandas Mou. (Baca juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)
Lihat Juga :