Penutupan Mengecewakan Bagi Nadal dan Djokovic
Senin, 23 November 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Ada Kabar Gembira Soal Masa Depan Ronaldo di Juventus )
Musim lalu, juara Prancis Terbuka 2020 ini mampu mengalahkan Medvedev sebanyak tiga kali, termasuk di fase grup ATP Finals . Ketika itu, Medvedev sempat unggul 5-1 di set ketiga dan mendapatkan peluang match point. Namun, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu bangkit dan mengakhiri permainan dengan kemenangan di laga tersebut. (Baca juga: Akibat Pandmei Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah)
Jelas, Nadal patut merasa kecewa dengan hasil tersebut. Sebab, dia masih bermimpi bisa menjadi juara di ATP Finals. Padahal jika berhasil, dia bisa menjadi petenis putra kedua yang mampu merebut seluruh gelar paling bergengsi di dunia, mulai Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, Amerika Serikat Terbuka, ATP Finals, dan medali emas Olimpiade sejak Andre Agassi pada 1996.
Kini, Nadal mencoba tidak terlalu memikirkan kekalahan tersebut dan menantikan petualangan pada ATP tour 2021. Nadal memilih bekerja keras selama off-season untuk mempersiapkan diri tampil di turnamen awal musim depan, termasuk Australia Terbuka.
“Target saya selalu sama, setiap memasuki turnamen dan memberi diri saya peluang untuk berkompetisi dengan baik serta berusaha memenangkannya,” ujar Nadal.
“Itu target saya setiap musim. Motivasi saya selalu sama. Musim depan akan menjadi musim yang penting. Saya harap saya siap untuk berjuang demi hal yang ingin saya perjuangkan,” pungkasnya. (Baca juga: Punya Cita rasa Tinggi, Kopi Indonesia Layak Dijual Mahal)
Musim lalu, juara Prancis Terbuka 2020 ini mampu mengalahkan Medvedev sebanyak tiga kali, termasuk di fase grup ATP Finals . Ketika itu, Medvedev sempat unggul 5-1 di set ketiga dan mendapatkan peluang match point. Namun, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu bangkit dan mengakhiri permainan dengan kemenangan di laga tersebut. (Baca juga: Akibat Pandmei Covid-19, Darurat Pendidikan Makin Parah)
Jelas, Nadal patut merasa kecewa dengan hasil tersebut. Sebab, dia masih bermimpi bisa menjadi juara di ATP Finals. Padahal jika berhasil, dia bisa menjadi petenis putra kedua yang mampu merebut seluruh gelar paling bergengsi di dunia, mulai Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, Amerika Serikat Terbuka, ATP Finals, dan medali emas Olimpiade sejak Andre Agassi pada 1996.
Kini, Nadal mencoba tidak terlalu memikirkan kekalahan tersebut dan menantikan petualangan pada ATP tour 2021. Nadal memilih bekerja keras selama off-season untuk mempersiapkan diri tampil di turnamen awal musim depan, termasuk Australia Terbuka.
“Target saya selalu sama, setiap memasuki turnamen dan memberi diri saya peluang untuk berkompetisi dengan baik serta berusaha memenangkannya,” ujar Nadal.
“Itu target saya setiap musim. Motivasi saya selalu sama. Musim depan akan menjadi musim yang penting. Saya harap saya siap untuk berjuang demi hal yang ingin saya perjuangkan,” pungkasnya. (Baca juga: Punya Cita rasa Tinggi, Kopi Indonesia Layak Dijual Mahal)
Lihat Juga :