Sempat Menentang, Grosjean Kini Berterima Kasih kepada Halo
Senin, 30 November 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Perangkat Halo baru diperkenalkan di F1 pada 2018. Peranti tersebut dianggap cukup aman untuk melindungi kepala pembalap dari benturan. Pemaiannya itu tidak terlepas dari kecelakaan fatal yang merenggut nyawa Jules Bianchi pada F1 GP Jepang 2014.
Saat itu, sejumlah pembalap, termasuk Grosjean sempat menentang pemakaian Halo. Keterbatasan jarak pandang menjadi alasan utama. Pemasangan Halo di atas kokpit membuat jarak pandang pembalap tidak lagi seluas biasanya.
Namun, perangkat yang ditentang itu ternyata menyelamatkan nyawa Grosjean. Tanpa Halo, bukan tidak mungkin kepalanya menghantam pagar pembatas dengan keras. Sekalipun terlindungi helm, benturan keras dapat mengakibatkan cedera kepala yang fatal.
(Baca Juga: Romain Grosjean Nyaris Tewas Terpanggang Usai Kecelakaan di GP Bahrain )
Ya, Grosjean hanya mengalami luka bakar ringan di tangan kanannya. Menurut informasi terbaru, dia akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit terdekat dari Sirkuit Internasional Sakhir di Bahrain sehingga kemungkinan absen pada seri berikutnya pekan depan.
Saat itu, sejumlah pembalap, termasuk Grosjean sempat menentang pemakaian Halo. Keterbatasan jarak pandang menjadi alasan utama. Pemasangan Halo di atas kokpit membuat jarak pandang pembalap tidak lagi seluas biasanya.
Namun, perangkat yang ditentang itu ternyata menyelamatkan nyawa Grosjean. Tanpa Halo, bukan tidak mungkin kepalanya menghantam pagar pembatas dengan keras. Sekalipun terlindungi helm, benturan keras dapat mengakibatkan cedera kepala yang fatal.
(Baca Juga: Romain Grosjean Nyaris Tewas Terpanggang Usai Kecelakaan di GP Bahrain )
Ya, Grosjean hanya mengalami luka bakar ringan di tangan kanannya. Menurut informasi terbaru, dia akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit terdekat dari Sirkuit Internasional Sakhir di Bahrain sehingga kemungkinan absen pada seri berikutnya pekan depan.
(mirz)
Lihat Juga :