Vinales Akui Yamaha Punya Tugas Sulit di MotoGP Musim 2021
Kamis, 03 Desember 2020 - 09:28 WIB
loading...
Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales gagal mengakhiri MotoGP 2020 dengan baik. Karena itu dia berharap prestasinya bisa lebih bagus pada musim depan. Foto: reuters
A
A
A
FIGUERES - Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales tidak mampu mengakhiri MotoGP 2020 dengan baik. Top Gun –julukan Vinales– hanya finis keenam diklasemen akhir dengan koleksi 132 poin. Karena itu dia berharap prestasinya bisa lebih bagus lagi pada musim depan.
(Terungkap, Penyebab Valentino Rossi Terpuruk di MotoGP 2020)
Vinales bukan satu-satunya pembalap Yamaha yang meraih hasil buruk. Valentino Rossi dan Fabio Quartararo juga gagal menyegel posisi yang bagus pada akhir musim 2020. Rossi terdampar di posisi ke-15, sedangkan Quartararo berada tempat kedelapan.
Hanya Franco Morbidelli mampu meraih hasil apik. Secara mengejutkan, dia bisa menempati posisi kedua dengan koleksi 158 poin. Hebatnya lagi, dia hanya tertinggal 13 poin dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang keluar sebagai juara.
Meski tidak juara, pencapaian Morbidelli dinilai cukup bagus. Apalagi dia hanya mengendarai YZR-M1 dengan spesifikasi 2019. Sementara Vinales, Quartararo, dan Rossi yang mengendarai YZR-M1 keluaran terbaru justru melempem.
Ini membuat Vinales menilai YZR-M1 tidak cukup kompetitif untuk bersaing di MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu menilai kekurangan utama kuda besi Yamaha ada pada cengkeraman di bagian belakang motor. Sebelumnya, Rossi pernah mengatakan hal serupa.
"Memang benar M1 Morbidelli terkadang lebih baik dari yang baru. Tapi, terkadang juga lebih buruk. Kami harus memahami apakah kami bisa bersaing atau tidak. Tapi, jelas, seperti yang juga dikatakan Valentino (Rossi), masalahnya ada pada cengkeraman di belakang,” kata Vinales
(Terungkap, Penyebab Valentino Rossi Terpuruk di MotoGP 2020)
Vinales bukan satu-satunya pembalap Yamaha yang meraih hasil buruk. Valentino Rossi dan Fabio Quartararo juga gagal menyegel posisi yang bagus pada akhir musim 2020. Rossi terdampar di posisi ke-15, sedangkan Quartararo berada tempat kedelapan.
Hanya Franco Morbidelli mampu meraih hasil apik. Secara mengejutkan, dia bisa menempati posisi kedua dengan koleksi 158 poin. Hebatnya lagi, dia hanya tertinggal 13 poin dari Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang keluar sebagai juara.
Meski tidak juara, pencapaian Morbidelli dinilai cukup bagus. Apalagi dia hanya mengendarai YZR-M1 dengan spesifikasi 2019. Sementara Vinales, Quartararo, dan Rossi yang mengendarai YZR-M1 keluaran terbaru justru melempem.
Ini membuat Vinales menilai YZR-M1 tidak cukup kompetitif untuk bersaing di MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu menilai kekurangan utama kuda besi Yamaha ada pada cengkeraman di bagian belakang motor. Sebelumnya, Rossi pernah mengatakan hal serupa.
"Memang benar M1 Morbidelli terkadang lebih baik dari yang baru. Tapi, terkadang juga lebih buruk. Kami harus memahami apakah kami bisa bersaing atau tidak. Tapi, jelas, seperti yang juga dikatakan Valentino (Rossi), masalahnya ada pada cengkeraman di belakang,” kata Vinales
Lihat Juga :