Alasan Arsenal Terlihat Berantakan
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:28 WIB
loading...
Sempat mendapatkan puja-puji berkat keberhasilannya mempersembahkan Piala FA dan Community Shield, Mikel Arteta kini dihujani kritik lantaran kinerja mengecewakan The Gunners di Liga Primer. Foto/Live Score
A
A
A
LONDON - Bulan madu Arsenal bersama Mikel Arteta tampaknya telah berakhir. Sempat mendapatkan puja-puji berkat keberhasilannya mempersembahkan Piala FA dan Community Shield, pelatih Spanyol tersebut kini dihujani kritik lantaran kinerja mengecewakan The Gunners di Liga Primer.
Kekalahan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers, Senin (30/11) membuat Arsenal tercecer di peringkat 14 klasemen sementara Liga Primer (13 poin). Itu merupakan ketiga kalinya secara beruntun mereka gagal menang di Liga Primer setelah kalah 0-3 dari Aston Villa (9/11) dan ditahan tanpa gol Leeds United (22/11). (Baca: Arsenal Kalah di Kandang, Arteta Akui Sebagai hasil yang Buruk)
Paling disorot dari Arsenal adalah merosotnya produktivitas gol mereka. Tercatat, Pierre-Emerick Aubameyang dkk baru mencetak 10 gol dari 10 pertandingan Liga Primer sejauh ini. Terasa ironis, mengingat tiga tim yang berada di bawah Arsenal di tabel klasemen mencetak lebih banyak gol, Crystal Palace (12 gol), Brighton & Hove Albion (14 gol), dan Fulham (11 gol).
Dengan kualitas penyerang seperti Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Nicolas Pepe dalam penyerangan, Arsenal seharusnya tidak perlu mengalami hal itu. Lebih memalukan The Gunners hanya melakukan rata-rata hanya 9,5 tembakan per pertandingan di Liga Primer musim ini. Arsenal sejajar dengan Sheffied United. Hanya Crystal Palace (9,4), Burnley (9,2), dan Newcastle (8,5) rata-rata tembakan lebih sedikit per pertandingan.
Ditambah, rata-rata tembakan Arsenal per pertandingan lebih sedikit daripada setiap klub peringkat terbawah di masing-masing lima kompetisi besar Eropa. Di Italia, Crotone yang saat ini duduk di posisi terbawah Seri A mampu melakukan 10 tembakan per pertandingan.
Kekalahan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers, Senin (30/11) membuat Arsenal tercecer di peringkat 14 klasemen sementara Liga Primer (13 poin). Itu merupakan ketiga kalinya secara beruntun mereka gagal menang di Liga Primer setelah kalah 0-3 dari Aston Villa (9/11) dan ditahan tanpa gol Leeds United (22/11). (Baca: Arsenal Kalah di Kandang, Arteta Akui Sebagai hasil yang Buruk)
Paling disorot dari Arsenal adalah merosotnya produktivitas gol mereka. Tercatat, Pierre-Emerick Aubameyang dkk baru mencetak 10 gol dari 10 pertandingan Liga Primer sejauh ini. Terasa ironis, mengingat tiga tim yang berada di bawah Arsenal di tabel klasemen mencetak lebih banyak gol, Crystal Palace (12 gol), Brighton & Hove Albion (14 gol), dan Fulham (11 gol).
Dengan kualitas penyerang seperti Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Nicolas Pepe dalam penyerangan, Arsenal seharusnya tidak perlu mengalami hal itu. Lebih memalukan The Gunners hanya melakukan rata-rata hanya 9,5 tembakan per pertandingan di Liga Primer musim ini. Arsenal sejajar dengan Sheffied United. Hanya Crystal Palace (9,4), Burnley (9,2), dan Newcastle (8,5) rata-rata tembakan lebih sedikit per pertandingan.
Ditambah, rata-rata tembakan Arsenal per pertandingan lebih sedikit daripada setiap klub peringkat terbawah di masing-masing lima kompetisi besar Eropa. Di Italia, Crotone yang saat ini duduk di posisi terbawah Seri A mampu melakukan 10 tembakan per pertandingan.
Lihat Juga :