Ponaryo Astaman: Tolong Jamin Keselamatan dan Gaji Pemain

loading...
Ponaryo Astaman: Tolong Jamin Keselamatan dan Gaji Pemain
General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman. Foto: Dok Pribadi/Instagram/@ponaryo11astaman
A+ A-
JAKARTA - General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman bicara nasib pemain di Indonesia. Saat wabah corona seperti ini, Ponaryo berharap kesehatan dan gaji pemain dijamin klub.

Hal itu disampaikan Ponaryo dalam program live Instagram SINDOnews, Rabu (13/5/2020) sore. Mantan kapten Timnas Indonesia itu menekankan bahwa hubungan pemain dan klub dalam bisnis sepak bola layaknya mitra dagang, bukan majikan dan pembantu.

Oleh karenanya APPI mengajak PSSI berdiskusi ketika otoritas sepak bola di Indonesia itu mengeluarkan regulasi pemotongan gaji pemain akibat wabah. Setelah disurati, PSSI sepakat pemotongan gaji maksimal 25%.

"APPI sempat bersurat ke PSSI, dijawab 'yaa sudah 25% ini keputusan, harap bisa diterima'. Jadi waktu itu tidak ada ruang diskusi." kata Ponaryo.



Pria kelahiran Balikpapan, 1979, itu yakin, pemain akan memahami kondisi keuangan klub di tengah wabah. Hanya saja, klub tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak.

"Pertandingan bisa berjalan tanpa penonton, tapi apa bisa berjalan tanpa pemain?" kata Ponaryo.

Jika kompetisi Liga 1 2020 berlanjut, APPI meminta operator liga (PT LIB) dan klub, bersama PSSI, menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin keselamatan pemain.



Mengambil contoh di liga top Eropa, ia berharap pemain bisa dicek kesehatannya dua kali seminggu, menjalani pemeriksaan swab, kemudian pihak penyelenggara pertandingan memastikan semuanya prosedur sudah dilakukan dan aman. (Baca juga:
PSSI Sebut Piala Dunia U-20 2021 Masih Sesuai Jadwal)

"Pemain juga punya keluarga. Mereka punya anak dan istri, ada orang tua juga di rumah mereka," kata Ponaryo.

Di bagian akhir perbincangan, Ponaryo mengajak pemain mengubah kebiasaan mereka menjadi lebih peduli pada detil kontrak. Seorang pemain profesional, kata Ponaryo, harus memahami perencanaan keuangan dan poin-poin kecil dalam kontrak.

"Jangan seperti saya dulu, cuma lihat angkanya saja terus teken. Pemain harus berubah; sekarang pemain harus memahami kontraknya, jangan hanya latihan-main kemudian latihan-main saja, hal di luar itu juga harus paham," tutup Ponaryo.
(mirz)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top