Ponaryo Astaman: Tolong Jamin Keselamatan dan Gaji Pemain
Rabu, 13 Mei 2020 - 16:32 WIB
loading...
General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman. Foto: Dok Pribadi/Instagram/@ponaryo11astaman
A
A
A
JAKARTA - General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman bicara nasib pemain di Indonesia. Saat wabah corona seperti ini, Ponaryo berharap kesehatan dan gaji pemain dijamin klub.
Hal itu disampaikan Ponaryo dalam program live Instagram SINDOnews, Rabu (13/5/2020) sore. Mantan kapten Timnas Indonesia itu menekankan bahwa hubungan pemain dan klub dalam bisnis sepak bola layaknya mitra dagang, bukan majikan dan pembantu.
Oleh karenanya APPI mengajak PSSI berdiskusi ketika otoritas sepak bola di Indonesia itu mengeluarkan regulasi pemotongan gaji pemain akibat wabah. Setelah disurati, PSSI sepakat pemotongan gaji maksimal 25%.
"APPI sempat bersurat ke PSSI, dijawab 'yaa sudah 25% ini keputusan, harap bisa diterima'. Jadi waktu itu tidak ada ruang diskusi." kata Ponaryo.
Pria kelahiran Balikpapan, 1979, itu yakin, pemain akan memahami kondisi keuangan klub di tengah wabah. Hanya saja, klub tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak.
"Pertandingan bisa berjalan tanpa penonton, tapi apa bisa berjalan tanpa pemain?" kata Ponaryo.
Jika kompetisi Liga 1 2020 berlanjut, APPI meminta operator liga (PT LIB) dan klub, bersama PSSI, menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin keselamatan pemain.
Hal itu disampaikan Ponaryo dalam program live Instagram SINDOnews, Rabu (13/5/2020) sore. Mantan kapten Timnas Indonesia itu menekankan bahwa hubungan pemain dan klub dalam bisnis sepak bola layaknya mitra dagang, bukan majikan dan pembantu.
Oleh karenanya APPI mengajak PSSI berdiskusi ketika otoritas sepak bola di Indonesia itu mengeluarkan regulasi pemotongan gaji pemain akibat wabah. Setelah disurati, PSSI sepakat pemotongan gaji maksimal 25%.
"APPI sempat bersurat ke PSSI, dijawab 'yaa sudah 25% ini keputusan, harap bisa diterima'. Jadi waktu itu tidak ada ruang diskusi." kata Ponaryo.
Pria kelahiran Balikpapan, 1979, itu yakin, pemain akan memahami kondisi keuangan klub di tengah wabah. Hanya saja, klub tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak.
"Pertandingan bisa berjalan tanpa penonton, tapi apa bisa berjalan tanpa pemain?" kata Ponaryo.
Jika kompetisi Liga 1 2020 berlanjut, APPI meminta operator liga (PT LIB) dan klub, bersama PSSI, menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin keselamatan pemain.
Lihat Juga :