KONI Dukung Lokapala Jadi Bagian Esports Nasional
Jum'at, 18 Desember 2020 - 12:00 WIB
loading...
Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Letjen (Purn.) Norman Marciano bersama segenap pengurus KONI Pusat menyambut baik usaha Anantarupa dengan melakukan kunjungan pada Kamis (17/12) / Foto: Anantarupa Studios
A
A
A
JAKARTA - Industri Esports di Tanah Air mulai diperhitungkan. Itu tak lepas dari lahirnya Lokapala yang seakan mematahkan asumsi bahwa developer Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara-negara adidaya dalam game-game esports, seperti China dan Korea.
Anantarupa Studios mengembangkan Lokapala, game Esports pertama dari Indonesia dan satusatunya game Esports dari Asia Tenggara, dan mempelopori kolaborasi lintas sektor industri untuk dapat bersaing dengan game-game impor yang sudah menguasai market Indonesia. Sehingga industri game lokal dapat bertahan dan bangkit di tengah pandemi.
Walaupun saat ini sebagian negara berada dalam keadaan darurat pandemi COVID-19, namun pertumbuhan Esports dan industri game yang kian berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Inilah yang membawa industri game menjadi industri konten digital nomor satu di dunia. (Baca juga: Platform Esports MPL-Mobile Premier League Menjadikan Waktu Bermain Game Lebih Produktif )
Saat ini semua ajang turnamen Esports yang digelar di Indonesia menggunakan game impor sebagai konten utamanya. Hal inilah yang menciptakan tantangan yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan industri game lokal, di mana 99% pendapatan game dikuasai oleh game-game impor. Sehingga berkontribusi terhadap peningkatan yang signifikan atas defisit neraca dagang Indonesia. (Baca juga: Esports Dipastikan Dilombakan di SEA Games 2021 )
"…99% pendapatan game dikuasai oleh game-game impor, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan yang signifikan atas defisit neraca dagang Indonesia," demikian pernyataan Anantarupa Studios dalam keterangan persnya, Jumat (18/12/2020).
Anantarupa Studios mengembangkan Lokapala, game Esports pertama dari Indonesia dan satusatunya game Esports dari Asia Tenggara, dan mempelopori kolaborasi lintas sektor industri untuk dapat bersaing dengan game-game impor yang sudah menguasai market Indonesia. Sehingga industri game lokal dapat bertahan dan bangkit di tengah pandemi.
Walaupun saat ini sebagian negara berada dalam keadaan darurat pandemi COVID-19, namun pertumbuhan Esports dan industri game yang kian berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Inilah yang membawa industri game menjadi industri konten digital nomor satu di dunia. (Baca juga: Platform Esports MPL-Mobile Premier League Menjadikan Waktu Bermain Game Lebih Produktif )
Saat ini semua ajang turnamen Esports yang digelar di Indonesia menggunakan game impor sebagai konten utamanya. Hal inilah yang menciptakan tantangan yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan industri game lokal, di mana 99% pendapatan game dikuasai oleh game-game impor. Sehingga berkontribusi terhadap peningkatan yang signifikan atas defisit neraca dagang Indonesia. (Baca juga: Esports Dipastikan Dilombakan di SEA Games 2021 )
"…99% pendapatan game dikuasai oleh game-game impor, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan yang signifikan atas defisit neraca dagang Indonesia," demikian pernyataan Anantarupa Studios dalam keterangan persnya, Jumat (18/12/2020).
Lihat Juga :