Brivio Ungkap Dua Kendala Tersulit Saat Suzuki Arungi MotoGP 2020
Jum'at, 01 Januari 2021 - 01:05 WIB
loading...
Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio mengungkapkan dua hal tersulit saat menjalani MotoGP 2020 walau akhirnya berhasil meraih titel juara dunia. Foto: Firstpost
A
A
A
HAMAMATSU - Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio mengungkapkan dua hal tersulit saat menjalani MotoGP 2020. Meski pada akhirnya berhasil meraih titel juara dunia lewat Joan Mir , langkah mereka ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus.
( Tampil Tanpa Beban, Rossi Diprediksi Bisa Bersinar di MotoGP 2021 )
Sama seperti tim lainnya, Suzuki juga merasakan berbagai persoalan dalam menghadapi MotoGP yang penuh spesial. Brivio pun menungangkapkan dua aspek yang membuat kompetisi MotoGP musim terasa sulit.
Pertama adalah adanya tiga balapan beruntun yang cukup sering terjadi. Hal ini terjadi imbas padatnya jadwal yang baru dimulai pada Juli dan harus berakhir pada November 2020. Sebut saja seperti yang terjadi pada tiga seri terakhir, di mana semuanya berjalan dalam tiga pekan berturut-turut.
Selain itu, aspek lainnya adalah adanya balapan ganda di sirkuit yang sama. Meski cukup antusias, tetapi ternyata hal ini cukup merugikan untuk Suzuki. Pasalnya, adanya balapan ganda seperti memberi kesempatan kedua bagi lawan untuk memperbaiki performa, di saat Suzuki sudah tampil kuat di balapan pertama.
“Mungkin hal tersulit tahun ini adalah kami sering melakukan tiga balapan beruntun. Tidak apa-apa, tetapi ini berbeda,” ungkap Brivio, mengutip dari Speedweek.
“Juga fakta bahwa kami melakoni balapan dua akhir pekan berturut-turut di trek yang sama. Saya piki lawan kami lebih akomodatif,” tambahnya.
( Tampil Tanpa Beban, Rossi Diprediksi Bisa Bersinar di MotoGP 2021 )
Sama seperti tim lainnya, Suzuki juga merasakan berbagai persoalan dalam menghadapi MotoGP yang penuh spesial. Brivio pun menungangkapkan dua aspek yang membuat kompetisi MotoGP musim terasa sulit.
Pertama adalah adanya tiga balapan beruntun yang cukup sering terjadi. Hal ini terjadi imbas padatnya jadwal yang baru dimulai pada Juli dan harus berakhir pada November 2020. Sebut saja seperti yang terjadi pada tiga seri terakhir, di mana semuanya berjalan dalam tiga pekan berturut-turut.
Selain itu, aspek lainnya adalah adanya balapan ganda di sirkuit yang sama. Meski cukup antusias, tetapi ternyata hal ini cukup merugikan untuk Suzuki. Pasalnya, adanya balapan ganda seperti memberi kesempatan kedua bagi lawan untuk memperbaiki performa, di saat Suzuki sudah tampil kuat di balapan pertama.
“Mungkin hal tersulit tahun ini adalah kami sering melakukan tiga balapan beruntun. Tidak apa-apa, tetapi ini berbeda,” ungkap Brivio, mengutip dari Speedweek.
“Juga fakta bahwa kami melakoni balapan dua akhir pekan berturut-turut di trek yang sama. Saya piki lawan kami lebih akomodatif,” tambahnya.
Lihat Juga :