Pelatih Roma: Sulit Membayangkan Sepak Bola Tanpa Pelukan
Jum'at, 15 Mei 2020 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Kenangan manis lain yang diingat Fonseca adalah kemenangan adu penalti Braga atas Porto di final Piala Portugal 2016 dan gol yang membawa timnya Pacos de Ferreira ke playoff Liga Champions pada 2013.
"Seperti apa rasanya tanpa pelukan di awal atau akhir pertandingan dengan pelatih lawan?" tanyanya.
“Di sini, di Italia ada begitu banyak orang yang ingin saya peluk, karena berbagai alasan. Dan bagaimana saya akan memberi dukungan kepada pemain saya di saat-saat sulit, tanpa pelukan?"
"Hal yang paling sulit untuk saya bayangkan adalah ruang ganti tanpa pelukan," tambahnya. "Gerakan sederhana itu mentransmisikan sesuatu yang tidak pernah bisa dilakukan oleh kata-kata."
Menurut Fonseca tidak ada yang lebih baik dari bek Roma asal Argentina Federico Fazio dalam memanfaatkan pelukan untuk membangun motovasi. “Dia mengerti dan mewujudkan momen itu tidak seperti yang lain. Pelukan yang luar biasa. Penuh gairah! penuh energi! Luar biasa. Sepak bola, saya yakin, tidak akan sama tanpa pelukan itu.”
"Seperti apa rasanya tanpa pelukan di awal atau akhir pertandingan dengan pelatih lawan?" tanyanya.
“Di sini, di Italia ada begitu banyak orang yang ingin saya peluk, karena berbagai alasan. Dan bagaimana saya akan memberi dukungan kepada pemain saya di saat-saat sulit, tanpa pelukan?"
"Hal yang paling sulit untuk saya bayangkan adalah ruang ganti tanpa pelukan," tambahnya. "Gerakan sederhana itu mentransmisikan sesuatu yang tidak pernah bisa dilakukan oleh kata-kata."
Menurut Fonseca tidak ada yang lebih baik dari bek Roma asal Argentina Federico Fazio dalam memanfaatkan pelukan untuk membangun motovasi. “Dia mengerti dan mewujudkan momen itu tidak seperti yang lain. Pelukan yang luar biasa. Penuh gairah! penuh energi! Luar biasa. Sepak bola, saya yakin, tidak akan sama tanpa pelukan itu.”
(sha)
Lihat Juga :