Sambut Toyota Thailand Open, Hasil di Turnamen Sebelumnya Harus Jadi Acuan
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di tunggal putra, langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti di semifinal oleh Viktor Axelsen (Denmark), 19-21, 21-13, 13-21. Sebelumnya, Jonatan Christie tumbang di perempat final oleh lawan yang sama dengan skor 21-14, 21-5
“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menan, tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.
Bertanding saat wabah virus Corona sangat sulit. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius menerapkan protokol kesehatan. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.
“Tidak mudah bagi anak-anak untuk menjalani turnamen di masa pandemi (virus Corona) ini. Protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress,” jelas Rionny, dilaman badmintonindonesia.
“Kasus positif virus Corona di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” lanjutnya.
Untuk turnamen selanjutnya, Toyota Thailand Terbuka akan digelar pada 19-24 Januari. Skuad Indonesia kembali lakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal. Hasil di turnamen sebelumnya tentu harus jadi bahan pelajaran.
“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menan, tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.
Bertanding saat wabah virus Corona sangat sulit. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius menerapkan protokol kesehatan. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.
“Tidak mudah bagi anak-anak untuk menjalani turnamen di masa pandemi (virus Corona) ini. Protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress,” jelas Rionny, dilaman badmintonindonesia.
“Kasus positif virus Corona di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” lanjutnya.
Untuk turnamen selanjutnya, Toyota Thailand Terbuka akan digelar pada 19-24 Januari. Skuad Indonesia kembali lakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal. Hasil di turnamen sebelumnya tentu harus jadi bahan pelajaran.
Lihat Juga :