Sebelum Pensiun, Djokovic Berambisi Jadi Raja Tenis
Sabtu, 16 Mei 2020 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Djokovic diprediksi tetap akan bisa melewati kedua petenis itu. Selain Sampras sudah tidak aktif sebagai pemain, Federer yang akan berusia 39 tahun pada Agustus nanti semakin dekat dengan masa pensiun. Apalagi, petenis kelahiran Belgrade, 22 Mei 1987, itu sangat yakin dan membayangkan bahwa dirinya masih bisa bermain hingga usia 40 tahun. "Saya tidak percaya pada batasan usia. Saya pikir batasan usia hanyalah masalah emosi atau pikiran," ucapnya.
Padahal, Djokovic sempat memiliki pandangan berbeda mengenai masalah permainannya seusai mengalami cedera panjang pada 2018. Bahkan, dia menelan kekalahan dua set langsung dari petenis nonunggulan asal Prancis Benoit Paire di Miami Terbuka. Hasil itu sempat membuat istri Djokovic, Jelena, menyatakan sang suami siap gantung raket. (Baca juga: Novak Djokovic dan Roger Federer Dorong Fans Tenis Diam di Rumah)
"Dia (Djokovic) mengatakan kepada saya mau berhenti dan itu adalah benar. Dia kalah di Miami. Itu adalah kekalahan terbesarnya. Kemudian, dia mengumpulkan kami (timnya) dan berkata, 'Saya sudah selesai'. Saya terkejut. Setelah itu, dia meminta Eduardo (asisten Djokovic) berbicara kepada para sponsornya bahwa dirinya mau berhenti dari tenis," papar Jelena.
Namun, Djokovic tidak melanjutkan rencana pensiunnya itu dan kembali bangkit di dunia tenis. Puncaknya adalah saat memenangkan gelar Wimbledon pada Juli 2018. Dia juga mengatakan kemenangan itu menjadi titik balik semangatnya untuk bisa terus bermain selama mungkin dan mewujudkan targetnya sebelum pensiun. (Raikhul Amar)
Padahal, Djokovic sempat memiliki pandangan berbeda mengenai masalah permainannya seusai mengalami cedera panjang pada 2018. Bahkan, dia menelan kekalahan dua set langsung dari petenis nonunggulan asal Prancis Benoit Paire di Miami Terbuka. Hasil itu sempat membuat istri Djokovic, Jelena, menyatakan sang suami siap gantung raket. (Baca juga: Novak Djokovic dan Roger Federer Dorong Fans Tenis Diam di Rumah)
"Dia (Djokovic) mengatakan kepada saya mau berhenti dan itu adalah benar. Dia kalah di Miami. Itu adalah kekalahan terbesarnya. Kemudian, dia mengumpulkan kami (timnya) dan berkata, 'Saya sudah selesai'. Saya terkejut. Setelah itu, dia meminta Eduardo (asisten Djokovic) berbicara kepada para sponsornya bahwa dirinya mau berhenti dari tenis," papar Jelena.
Namun, Djokovic tidak melanjutkan rencana pensiunnya itu dan kembali bangkit di dunia tenis. Puncaknya adalah saat memenangkan gelar Wimbledon pada Juli 2018. Dia juga mengatakan kemenangan itu menjadi titik balik semangatnya untuk bisa terus bermain selama mungkin dan mewujudkan targetnya sebelum pensiun. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :