Mendiang Sudarno Pernah Bantu Timnas Indonesia Juarai Piala Kemerdekaan
Rabu, 03 Februari 2021 - 19:26 WIB
loading...
Kiper Timnas Indonesia era 1970-an, Sudarno, meninggal dunia pada Rabu (3/2/2021). Mendiang pernah membantu Merah Putih menjuarai Piala Kemerdekaan. Foto: okezone
A
A
A
JAKARTA - Kabar duka menyelimuti persepak bolaan Tanah Air. Kiper Timnas Indonesia era 1970-an, Sudarno, meninggal dunia pada Rabu (3/2/2021).
Baca Juga: Kabar Duka, Kiper Legendaris Indonesia Tutup Usia
Meninggalnya Sudarno pertama kali disampaikan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, via pesan singkat. Ia mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya penjaga gawang yang pernah membawa Persija Jakarta juara Perserikatan 1975.
“Innalillahi wainnaillaihi rojiun, telah meninggal dunia sobat kita legenda penjaga gawang Timnas Indonesia, Sudarno, pada 3 Februari 2021. Semoga diampuni dosanya dan amal baiknya diterima Allah SWT, Aamiin,” bunyi pesan singkat Rahmad Darmawan yang diterima Okezone.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya Sudarno di usia 67 tahun.
“Turut Berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Sudarno (Legenda Penjaga Gawang Timnas) Semoga almarhum mendapat tempat yg mulia di sisiNYA,dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin, tulis Iriawan di akun Twitter-nya @iriawan84.
Seperti yang sudah disampaikan di atas, Sudarno pernah membantu Persija Jakarta juara Perserikatan 1975. Setelah memutuskan pensiun, Sudarno beberapa kali dipercaya menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia.
Ia menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia pada 2000-2001, 2002-2007 dan 2008-2010. Pencapaian tertinggi Sudarno sebagai pelatih kiper terjadi pada 2008.
Saat itu, dia membantu Indonesia meraih trofi Piala Kemerdekaan setelah menang WO 3-0 atas Libya di partai puncak. Sebenarnya, Libya unggul 1-0 ketika babak pertama berakhir.
Baca Juga: 10 Pertandingan Satu Gol, Bukti Keroposnya Lini Pertahanan Inter
Namun, karena skuad Libya menarik diri, wasit Shahabuddin Mohd Hamiddin yang memimpin jalannya pertandingan memberi kemenangan WO kepada Indonesia. Menurut pengakuan pelatih Libya, skuadnya menarik diri setelah dirinya dipukul salah satu staf pelatih Timnas Indonesia.
Baca Juga: Kabar Duka, Kiper Legendaris Indonesia Tutup Usia
Meninggalnya Sudarno pertama kali disampaikan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, via pesan singkat. Ia mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya penjaga gawang yang pernah membawa Persija Jakarta juara Perserikatan 1975.
“Innalillahi wainnaillaihi rojiun, telah meninggal dunia sobat kita legenda penjaga gawang Timnas Indonesia, Sudarno, pada 3 Februari 2021. Semoga diampuni dosanya dan amal baiknya diterima Allah SWT, Aamiin,” bunyi pesan singkat Rahmad Darmawan yang diterima Okezone.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya Sudarno di usia 67 tahun.
“Turut Berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Sudarno (Legenda Penjaga Gawang Timnas) Semoga almarhum mendapat tempat yg mulia di sisiNYA,dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin, tulis Iriawan di akun Twitter-nya @iriawan84.
Seperti yang sudah disampaikan di atas, Sudarno pernah membantu Persija Jakarta juara Perserikatan 1975. Setelah memutuskan pensiun, Sudarno beberapa kali dipercaya menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia.
Ia menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia pada 2000-2001, 2002-2007 dan 2008-2010. Pencapaian tertinggi Sudarno sebagai pelatih kiper terjadi pada 2008.
Saat itu, dia membantu Indonesia meraih trofi Piala Kemerdekaan setelah menang WO 3-0 atas Libya di partai puncak. Sebenarnya, Libya unggul 1-0 ketika babak pertama berakhir.
Baca Juga: 10 Pertandingan Satu Gol, Bukti Keroposnya Lini Pertahanan Inter
Namun, karena skuad Libya menarik diri, wasit Shahabuddin Mohd Hamiddin yang memimpin jalannya pertandingan memberi kemenangan WO kepada Indonesia. Menurut pengakuan pelatih Libya, skuadnya menarik diri setelah dirinya dipukul salah satu staf pelatih Timnas Indonesia.
(mirz)
Lihat Juga :