Kisah si Bocah Kantong Plastik Fans Messi dan Ancaman Diculik Taliban
Kamis, 04 Februari 2021 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Asyiknya McGregor Bareng Anak dan Tunangan MAncing di Pulau Bulan
Sebuah surat dari Taliban kemudian dikirim ke rumah mereka, di mana mereka mengancam akan menculik keluarga tersebut, sehingga Admadi mengajukan permintaan suaka, yang ditolak.Murtaza dan keluarganya kemudian diundang oleh pejabat Piala Dunia Qatar untuk bertemu Messi di Doha pada Desember 2016 sebelum pertandingan persahabatan Barcelona melawan Al Ahli.
Arif menyetujui pertemuan itu dengan harapan pesepakbola tersebut dapat membantu Murtaza mencari suaka dengan cara yang sama seperti Cristiano Ronaldo membantu pengungsi Suriah Zaid Abdul. Dia menyatakan: "Kami pikir dengan pergi ke Doha untuk bertemu Messi, mungkin dia akan seperti Ronaldo. Kami pergi ke Qatar agar Messi bisa melakukan sesuatu untuknya, tapi sayangnya dia tidak melakukan apa pun untuk Murtaza."
![Kisah si Bocah Kantong Plastik Fans Messi dan Ancaman Diculik Taliban]()
Murtaza meninggalkan Qatar setelah mencapai mimpinya untuk bertemu dengan idolanya, tapi sekali lagi keluarganya menjadi sasaran saat mereka kembali ke Afghanistan. Anak muda itu menjelaskan: ’’Ketika saya tiba, mereka berkata, 'Anda memiliki begitu banyak uang dengan Anda, dari Messi.’’
![Kisah si Bocah Kantong Plastik Fans Messi dan Ancaman Diculik Taliban]()
Keluarganya kemudian menerima lebih banyak ancaman di mana mereka mengklaim akan menangkap bocah itu dan menahannya untuk uang tebusan. Setelah orang tuanya melarangnya pergi ke sekolah karena dia berulang kali diasingkan, Murtaza dikirim untuk tinggal 170 mil jauhnya di Kabul bersama pamannya dengan harapan dia akan lebih aman.
Sebuah surat dari Taliban kemudian dikirim ke rumah mereka, di mana mereka mengancam akan menculik keluarga tersebut, sehingga Admadi mengajukan permintaan suaka, yang ditolak.Murtaza dan keluarganya kemudian diundang oleh pejabat Piala Dunia Qatar untuk bertemu Messi di Doha pada Desember 2016 sebelum pertandingan persahabatan Barcelona melawan Al Ahli.
Arif menyetujui pertemuan itu dengan harapan pesepakbola tersebut dapat membantu Murtaza mencari suaka dengan cara yang sama seperti Cristiano Ronaldo membantu pengungsi Suriah Zaid Abdul. Dia menyatakan: "Kami pikir dengan pergi ke Doha untuk bertemu Messi, mungkin dia akan seperti Ronaldo. Kami pergi ke Qatar agar Messi bisa melakukan sesuatu untuknya, tapi sayangnya dia tidak melakukan apa pun untuk Murtaza."

Murtaza meninggalkan Qatar setelah mencapai mimpinya untuk bertemu dengan idolanya, tapi sekali lagi keluarganya menjadi sasaran saat mereka kembali ke Afghanistan. Anak muda itu menjelaskan: ’’Ketika saya tiba, mereka berkata, 'Anda memiliki begitu banyak uang dengan Anda, dari Messi.’’

Keluarganya kemudian menerima lebih banyak ancaman di mana mereka mengklaim akan menangkap bocah itu dan menahannya untuk uang tebusan. Setelah orang tuanya melarangnya pergi ke sekolah karena dia berulang kali diasingkan, Murtaza dikirim untuk tinggal 170 mil jauhnya di Kabul bersama pamannya dengan harapan dia akan lebih aman.
Lihat Juga :