Brentford Putuskan Berhenti Berlutut Sebelum Kickoff Pertandingan
Minggu, 14 Februari 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Full statement https://t.co/yyF37QU4ee pic.twitter.com/HQqPUDwVT8 — Brentford FC (@BrentfordFC) February 13, 2021
CEO Brentford, Jon Varney, menegaskan bahwa keputusan tersebut sama sekali bukan bentuk perlawanan terhadap kampanye anti-rasisme yang mulai lazim dilakukan. Namun, ia yakin bahwa ada banyak cara lebih efektif yang bisa ditempuh atas semangat yang sama: kesetaraan ras.
“Ada diskusi rinci dan panjang soal topik ini, baik di grup pemain maupun pengurus klub. Berlutut hanya salah satu cara menunjukkan komitmen,” kata Jon Varney dikutip The Guardian.
Baca Juga: Penanganan Rasisme di Liga Inggris Buruk
Di kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League , semangat untuk melawan aksi rasisme terus diperlihatkan. Selain dilakukan kolektif dengan cara berlutut sebelum pertandingan, para pemain secara personal -terutama yang jadi korban- menyuarakan perang terhadap rasisme di media sosial.
Trio Manchester United yakni Marcus Rashford, Anthony Martial dan Axel Tuanzebe, serta gelandang West Bromwich Albion, Romaine Sawyers, pernah jadi korban pelecehan rasisme di media sosial. Bek sayap Chelsea, Reece James, juga merasakan hal serupa.
(mirz)