Gaya Main, Emas Olimpiade dan Juara Dunia Owi Disorot BWF

Selasa, 19 Mei 2020 - 11:07 WIB
loading...
Gaya Main, Emas Olimpiade...
Gaya Main, Emas Olimpiade dan Juara Dunia Owi Disorot BWF/BWF
A A A
Keputusan Tontowi Ahmad untuk menggantung raket di usia 32 tahun disorot Badminton World Federation (BWF). Gaya main, prestasi emas bulu tangkis Olimpiade dan juara dunia menuai pujian.

Peraih medali emas Olimpiade dan juara dunia dua kali yang akrab dipanggil Owi itu mengakhiri karirnya di bulu tangkis agar bisa lebih dekat dengan keluarga. Owi mengikuti jejak rekan mainnya, Liliyana Natsir yang terlebih dahulu pensiun.

Gaya Main, Emas Olimpiade dan Juara Dunia Owi Disorot BWF


Selama berduet dengan Butet –panggilan Liliyana Natsir—Owi mampu meraih emas gand campuran di Olimpiade Rio 2016, juara dunia 2013 dan 2017, dan tiga mahkota All England beruntun. Kombinasi 'Owi/Butet' di masa jayanya sangat menakutkan musuh-musuhnya. Sebelum dengan Owi, Butet membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain ganda campuran utama selama bersama Nova Widianto. Baca Juga: 5 Petinju Veteran Yang Layak Hadapi Mike Tyson

Setelah berduet dengan Butet, tidak butuh lama bagi Owi untuk langsung menemukan chemistry dengan gaya main seniornya tersebut. Owi yang memiliki kelebihan smash melompat dikombinasikan dengan soliditas Butet. Karakteristik unik duo Owi/Butet menjadi senjata saat mereka berjaya Kejuaraan Dunia 2013 dan 2017. Ada titik lemah Owi yang sering melakukan kesalahan di saat kritis yang membuatnya gagal di Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta.

Gaya Main, Emas Olimpiade dan Juara Dunia Owi Disorot BWF


Kegagalan itu sangat menyakitkan bagi Owi/Butet, tetapi mereka menebus kesalahan setahun kemudian di Rio. Mereka mampu mencapai tangga tertinggi saat meraih medali emas. Sukses itu mengantarkan mereka membuat sejarah sebagai pasangan ganda campuran pertama dari Indonesia yang memenangkan emas Olimpiade.

Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI memuji kontribusi Tontowi untuk bulu tangkis Indonesia. ’’Tontowi adalah salah satu atlet terbaik dalam ganda campuran. Dedikasi, disiplin, dan komitmennya luar biasa. Itu membuatnya mampu memenangkan banyak gelar dan memasuki jajaran elite dunia,”kata Susanti, dalam pernyataan yang dirilis oleh PBSI.

Baca Juga: Asyik, BLACKPINK Siapkan Album Baru

Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Indonesia yang bertanggung jawab untuk mengatur kombinasi mereka, mengingat pekerjaan yang harus dilakukan Tontowi untuk menjadi salah satu yang terbaik di masanya.

’’Nova (Widianto), yang adalah mitra Liliyana, memutuskan untuk pensiun dan saya harus mencari pemain muda untuk dipasangkan dengan Butet. Pilihan pada waktu itu adalah Owi, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi. Saya mencoba ketiganya untuk berpasangan dengan Butet dan memang hasilnya semua baik. Tapi perasaan saya adalah bahwa Owi paling cocok untuk Butet, dan Butet sendiri juga paling nyaman dengan Owi. Saya juga berterima kasih kepada PBSI pada waktu itu percaya pada keputusan yang saya buat. ''

’’Owi dan kolaborasi saya menjadi lebih mudah karena Owi taat, dia ingin melakukan apa yang direkomendasikan oleh pelatih. Kami tahu ia memiliki kekurangan dalam gerak kaki, dan ia dilatih untuk itu. Dia bisa menjadi pemain yang tekniknya di atas rata-rata. Dia juga pemain yang cerdas, jika dia menghancurkan dia dapat menargetkan lawannya, dia menghancurkan pada waktu yang tepat,”kata Mainaky.

Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto berterima kasih kepada Ahmad karena telah membuat Indonesia bangga. ’’Tontowi adalah pekerja keras, rajin, tidak pernah tahu kelelahan, terutama ketika dia ditantang. Saya pikir ini bisa menjadi contoh bagi atlet muda; kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh,”kata Budiharto.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Polri Juara 1 Kejuaraan...
Polri Juara 1 Kejuaraan Bulutangkis Polisi Asia Tenggara 2026 di Kamboja
HUNDRED HOO HAA CUP...
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Hadir di ICE BSD, Satukan Ribuan Atlet Bulutangkis Dunia
Special Bola
Erick Thohir Puji Perjuangan...
Bola Dunia
Erick Thohir Puji Perjuangan dan Soroti Jam Terbang Timnas Indonesia U-19 Usai Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026
Timnas Indonesia U-19...
Bola Dunia
Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026, Netizen Desak Skuad Garuda Nusantara Segera Evaluasi
Jadwal dan Link Streaming...
Bola Dunia
Jadwal dan Link Streaming Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya di Final Pro Futsal League Indonesia 2025-2026, Live di Vision+
Rekomendasi
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved