Status Juara Bertahan MotoGP Bikin Joan Mir Tertekan
Jum'at, 19 Maret 2021 - 18:31 WIB
loading...
Juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir saat sesi tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar.
A
A
A
DOHA - Beban berat dipikul Joan Mir pada MotoGP 2021 . Sebab, rider asal Spanyol itu menyandang status sebagai juara dunia tahun lalu. Apalagi, pembalap Suzuki Ecstar itu juga dijagokan bisa mempertahankan gelarnya musim ini.
Pembalap berusia 23 tahun itu tidak menampik jika titel juara dunia yang disandangnya membuatnya sedikit tertekan. Alasannya, dia difavoritkan untuk bisa meraih kemenangan pada setiap balapan musim ini. Situasi itu menjadi beban tersendiri di tengah ketatnya persaingan MotoGP.
“Ini tentu saja bisa berarti lebih banyak stres. Sekarang, jika menyelesaikan balapan tanpa podium adalah hasil yang buruk. Saya juga tidak ingin mengecewakan diri sendiri,” kata Mir dilansir motorsport-total.
Meski begitu, Mir menyatakan tidak akan memaksakan diri untuk mengejar podium juara. Dia hanya berharap bisa tampil kompetitif di setiap balapan dan berjanji untuk menikmati semua tekanan sebagai juara dunia MotoGP.
“Saya ingin menjadi yang tercepat, dan jika tidak bisa, maka saya ingin kompetitif setiap akhir pekan. Itu pasti menciptakan tekanan. Yang paling penting adalah menikmati tekanan itu dan mencoba hidup dengannya,” tambahnya.
Pembalap berusia 23 tahun itu tidak menampik jika titel juara dunia yang disandangnya membuatnya sedikit tertekan. Alasannya, dia difavoritkan untuk bisa meraih kemenangan pada setiap balapan musim ini. Situasi itu menjadi beban tersendiri di tengah ketatnya persaingan MotoGP.
“Ini tentu saja bisa berarti lebih banyak stres. Sekarang, jika menyelesaikan balapan tanpa podium adalah hasil yang buruk. Saya juga tidak ingin mengecewakan diri sendiri,” kata Mir dilansir motorsport-total.
Meski begitu, Mir menyatakan tidak akan memaksakan diri untuk mengejar podium juara. Dia hanya berharap bisa tampil kompetitif di setiap balapan dan berjanji untuk menikmati semua tekanan sebagai juara dunia MotoGP.
“Saya ingin menjadi yang tercepat, dan jika tidak bisa, maka saya ingin kompetitif setiap akhir pekan. Itu pasti menciptakan tekanan. Yang paling penting adalah menikmati tekanan itu dan mencoba hidup dengannya,” tambahnya.
Lihat Juga :