Lewis Hamilton Pakai Siasat Baru Perangi Praktik Rasisme
Sabtu, 03 April 2021 - 03:01 WIB
loading...
Lewis Hamilton Pakai Siasat Baru Perangi Praktik Rasisme. Foto: Daily Mail
A
A
A
LONDON - Di lintasan balap Formula 1 , Lewis Hamilton bukan cuma terdepan dalam urusan kecepatan mobil. Pembalap Mercedes itu juga terdepan dalam perang melawan praktik rasisme.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Hamilton adalah ‘aktivis’ pejuang kesetaraan warna kulit dalam olahraga. Pembalap F1 yang sudah tujuh kali memenangkan gelar juara dunia itu selalu menyuarakan pemikirannya soal diskriminasi entik dan perjuangan mencapai kesetaraan.
Baca Juga: Perang Mesin di Lintasan Balap Formula 1
Hamilton mengkritik F1 dan Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) yang dianggap lembek dalam perang melawan rasisme. Dia menyerang rekan-rekannya sesama pembalap yang menolak berlutut sebelum perlombaan— sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi.
Pembalap 36 tahun baru-baru ini memakai baju berisi pesan tertulis, “Perbuatan berbicara lebih banyak dari pada kata-kata” yang diyakini terkait dengan semangatnya memperjuangkan kesetaraan warna kulit. Dia juga menuding Romain Grosjean, mantan pengurus Asosiasi Pembalap, gagal merangkul semua driver dalam gerakan perlawanan ini.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Hamilton adalah ‘aktivis’ pejuang kesetaraan warna kulit dalam olahraga. Pembalap F1 yang sudah tujuh kali memenangkan gelar juara dunia itu selalu menyuarakan pemikirannya soal diskriminasi entik dan perjuangan mencapai kesetaraan.
Baca Juga: Perang Mesin di Lintasan Balap Formula 1
Hamilton mengkritik F1 dan Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) yang dianggap lembek dalam perang melawan rasisme. Dia menyerang rekan-rekannya sesama pembalap yang menolak berlutut sebelum perlombaan— sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi.
Pembalap 36 tahun baru-baru ini memakai baju berisi pesan tertulis, “Perbuatan berbicara lebih banyak dari pada kata-kata” yang diyakini terkait dengan semangatnya memperjuangkan kesetaraan warna kulit. Dia juga menuding Romain Grosjean, mantan pengurus Asosiasi Pembalap, gagal merangkul semua driver dalam gerakan perlawanan ini.
Lihat Juga :