Lewis Hamilton Pakai Siasat Baru Perangi Praktik Rasisme

loading...
Lewis Hamilton Pakai Siasat Baru Perangi Praktik Rasisme
Lewis Hamilton Pakai Siasat Baru Perangi Praktik Rasisme. Foto: Daily Mail
LONDON - Di lintasan balap Formula 1 , Lewis Hamilton bukan cuma terdepan dalam urusan kecepatan mobil. Pembalap Mercedes itu juga terdepan dalam perang melawan praktik rasisme.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Hamilton adalah ‘aktivis’ pejuang kesetaraan warna kulit dalam olahraga. Pembalap F1 yang sudah tujuh kali memenangkan gelar juara dunia itu selalu menyuarakan pemikirannya soal diskriminasi entik dan perjuangan mencapai kesetaraan.

Baca Juga: Perang Mesin di Lintasan Balap Formula 1

Hamilton mengkritik F1 dan Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) yang dianggap lembek dalam perang melawan rasisme. Dia menyerang rekan-rekannya sesama pembalap yang menolak berlutut sebelum perlombaan— sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi.

Pembalap 36 tahun baru-baru ini memakai baju berisi pesan tertulis, “Perbuatan berbicara lebih banyak dari pada kata-kata” yang diyakini terkait dengan semangatnya memperjuangkan kesetaraan warna kulit. Dia juga menuding Romain Grosjean, mantan pengurus Asosiasi Pembalap, gagal merangkul semua driver dalam gerakan perlawanan ini.



Baru-baru ini, dalam wawancara bersama WIRED UK, Hamilton menyadari bahwa perang terbuka melawan praktik rasisme tidak melulu ampuh. Driver kelahiran Stevenage, Inggris Raya, Januari 1985 mulai berpikir untuk menyusun strategi lain guna memerangi rasisme.

“Di awal tahun saya sangat keras soal ini (perang terhadap rasisme, red). Tapi saya pikir belakangan ini ada saat-saat di mana Anda perlu melakukan pendekatan yang diplomatis.” kata Hamilton.

Kata Hamilton, yang dimaksud diplomatis dalam konteks ini adalah menjadi pembicara dalam diskusi-diskusi bertema anti-rasisme. Bisa juga memanfaatkan wawancara bersama media massa untuk menyampaikan pesan melawan diskriminasi.

“Sekarang saya rajin mengirim email (kepada media massa, red) dan terus menerus melakukan panggilan Zoom.” kata Hamilton.

Menurut Hamilton, meski tak didukung penuh oleh Formula 1 maupun lembaga yang mengasuhnya, dia tetap akan menyuarakan perlawanan terhadap rasisme dan diskriminasi. Soal ini Hamilton juga tak berharap banyak pada dukungan F1.

“Faktanya, sekalipun saya pensiun, hal itu (sikap Formula 1 dan FIA, red) akan terus berjalan, Mereka tidak akan berhenti untuk saya.” kata Hamilton.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top