alexametrics

Sudah Jadi Milik Juventus, Barcelona Tetap Dekati De Ligt

loading...
Sudah Jadi Milik Juventus, Barcelona Tetap Dekati De Ligt
Meski sekarang sudah menjadi milik Juventus, Matthijs de Ligt tetap masuk radar Barcelona. Blaugrana konon mengajak La Vecchia Signora barter pemain. Foto: reuters
A+ A-
BARCELONA - Satu tahun lalu Barcelona berusaha mengejar Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong dari Ajax Amsterdam. Sayangnya hanya nama terakhir berhasil diboyong ke Camp Nou. Meski demikian, El Azulgrana belum melupakan target yang tersisa.

Kendati sekarang sudah menjadi milik Juventus, De Ligt tetap masuk radar Barcelona. Blaugrana masih belum menyerah untuk mendapatkan jasa bek tengah berusia 20 tahun asal Belanda itu. Rencana pertukaran pemain akhirnya dicetuskan.

Berhubung Juventus meminati Arthur Melo, Barcelona akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menculik De Ligt pada bursa musim panas nanti. Arthur bakal dipersilakan pergi ke Allianz Stadium, dengan syarat De Ligt diperbolehkan menemani lagi De Jong.



Tentu ini bukan proposal yang bakal disetujui begitu saja. Juventus pastinya tidak akan melepas pemain yang dibeli seharga 75 juta euro ditambah biaya tambahan sebesar 10,5 juta euro itu. Sebab, De Ligt akan dijadikan aset jangka panjang.

“Blaugrana mendesak Juventus untuk mencapai kesepakatan mengenai pemain Timnas Belanda. Tapi, Juventus segera mencabut De Ligt dari proses tawar menawar,” ucap orang dalam Juventus, dilansir marca.

Bukan berarti jalan Barcelona sudah tertutup. Banyak yang percaya Juventus rela melepas De Ligt asalkan ditebus dengan harga yang tepat. Pasalnya, La Vecchia Signora sedang kekurangan dana akibat krisis keuangan yang ditimbulkan pandemi virus Corona.

Namun, Barcelona juga perlu menyadari bukan satu-satunya peminat. Disebutkan, Real Madrid dan Manchester City (Man City) ikut memantau situasi De Ligt.
(mirz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak