alexametrics

Mesin KO UFC Francis Ngannou Anggap Remeh Dillian Whyte

loading...
Mesin KO UFC Francis Ngannou Anggap Remeh Dillian Whyte
Mesin KO Ultimate Fighting Championship (UFC) Francis Ngannou siap masuk ke dalam ring tinju/Foto/Twitter/@UFC
A+ A-
LONDON - Mesin KO Ultimate Fighting Championship (UFC) Francis Ngannou siap masuk ke dalam ring tinju mengikuti jejak superstar Conor McGregor. Petarung asal Kamerun itu membidik Tyson Fury untuk bertarung di kelas berat.

Pria kelahiran Batie, Kamerun, 5 September 1986, itu kini menjadi bintang baru UFC. Ngannou telah menghancurkan empat lawan berturut-turut hanya dalam 45 detik, 26 detik, 71 detik, dan bulan ini, 20 detik. (Baca juga: Klaim Terbaik di Kelas Berat Saat Ini, Fury Ingin Mendominasi Seperti Klitschko).

Ngannou bernafsu menghadapi petinju elite di kelas berat, dan target utamanya adalah Tyson Fury. "Ya, saya akan bertanding melawan kelas berat top," katanya kepsda Sky Sports. "Siapa pun yang mungkin dan kapan pun memungkinkan, saya selalu yakin dengan kekuatan saya."



"Saya tahu Anthony Joshua tetapi Dillian Whyte? Saya hanya mendengar tentang dia ketika orang mengirimi saya artikel tentang dia. Saya tidak kenal dia sebelumnya."

Whyte sebelumnya mengatakan kepada Sky Sports tentang Ngannou. "Saya tidak punya masalah dengan orang itu. Dia salah satu kelas berat, dan saya pikir saya akan menjatuhkannya. Bukannya saya membencinya, atau saya tidak menyukainya."

Whyte tidak asing dengan pertarungan MMA - pada 2008, sebelum debut tinju profesionalnya, Whyte mengalahkan lawannya Stroud hanya dalam 12 detik.

Namun, ucapan Whyte dibalas Ngannou. "Semua orang mengatakan apa yang mereka inginkan. Saya tidak memikirkan apa-apa tentang itu. Jika dia ingin melawan di MMA (mix martial arts), kita akan mencari tahu itu."

Ngannou juga bercerita tentang menumbangkan Jairzinho Rozenstruik hanya dalam 20 detik di belakang pintu tertutup sat UFC kembali bergulir. "Itu datang begitu saja, jadi saya mengambilnya. Saya berharap itu terjadi. Itu datang secara alami."

Ngannou berkata tentang Tyson, 53 tahun, yang kembali ke ring. "Itu tergantung melawan siapa, itu masalahnya. Dia jelas memiliki skill untuk itu. Jika dia bertarung dengan Evander Holyfield dalam pertarungan ekshibisi maka dia bisa melakukannya, tetapi kita harus ingat dia tidak lagi muda."

"Tyson adalah idola saya. Bertemu dengannya sangat bagus. Bagi saya, dia adalah GOAT (greatest of all time). Dia adalah kelas berat terbaik sepanjang masa. Dia memberi saya beberapa tips tentang cara bertarung dengan orang-orang besar."
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak