Setelah 30 Tahun Vakum, Biliar Dipertandingkan di Asian Games Doha

loading...
Setelah 30 Tahun Vakum, Biliar Dipertandingkan di Asian Games Doha
Setelah 30 Tahun Vakum, Biliar Dipertandingkan di Asian Games Doha. Foto: IST
JAKARTA - Setelah menanti sepanjang 30 tahun, cabang olahraga, dikenal juga sebagai cuesport - cue sports, biliar kembali dipertandingkan di Asian Games 2030 Doha, sebagaimana diumumkan Asian Confederation of Billiard Sport (ACBS) pada Maret 2020 silam.

Sebelumnya, biliar masuk dalam cabang olahraga Asian Games selama 4 kali berturut-turut (1998, 2002, 2006 dan 2010), sebelum akhirnya dihentikan.

Baca Juga: Petinju Meksiko Andy Ruiz Jr Terancam Sanksi jika Tampil di Olimpiade

"Olahraga biliar menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games sampai dengan 2010 dan sekarang akan kembali dipertandingkan di Doha 2030. Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk tim Federasi Qatar yang sudah membantu ACBS untuk mewujudkan ini semua," kata Sekretaris ACBS Michael Alkhoury.

Rasa gembira Alkhoury tampaknya akan menjadi kegembiraan juga untuk insan olahraga biliar tanah air. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia ( POBSI ) Achmad Fadil Nasution menyebutkan banyak atlet biliar nasional yang memiliki kualitas internasional, yang memungkinkan mereka bersaing dalam event dunia.



"Mereka hanya perlu jam terbang untuk mengasah mental. Yang selama ini terjadi, atlet kita seringkali membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dalam atmosfir pertandingan," kata Achmad Fadil Nasution.

Itulah sebabnya, lanjut Fadil, sebagaimana untuk mewujudkan visi dan misi Ketua Umum PB POBSI Hary Tanoesoedibjo, PB POBSI baru saja selesai menggelar turnamen untuk nomor putri. Penyelenggaraan itu, ungkapnya, sebagai realisasi program POBSI untuk memenuhi kebutuhan jam terbang pertandingan para atlet.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top