Debut China Juara Piala Thomas, Redam Indonesia di Final
Jum'at, 22 Mei 2020 - 09:59 WIB
loading...
Debut China Juara Piala Thomas, Redam Indonesia di Final/BWF
A
A
A
LONDON - Debut China mengejutkan bulu tangkis dunia ketika menjuarai Piala Thomas untuk pertama kali pada 1982. Pasukan bulu tangkis China bertarung di final yang menghibur dan membawa pulang trofi perak yang terkenal di Inggris.
Fakta bahwa kemenangan perdana mereka datang di Inggris, pertama kali kompetisi telah kembali ke Eropa sejak edisi perdana pada tahun 1949, memperindah kepercayaan China. Bertanding di empat tempat berbeda - Huddersfield, Gloucester, Preston dan Birmingham - pertandingan pindah ke Royal Albert Hall London, saat Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip hadir pada malam kedua.
Baca Juga: Peneliti Temukan Kelainan Usus Pasien Covid-19 Berimplikasi Pembekuan Darah
Lima hari sebelum duel dengan Indonesia di final, China mengirim peringatan yang tidak menyenangkan dengan kemenangan semifinal 8-1 atas Denmark yang tidak diperkuat Morten Frost. Di final yang dimainkan selama dua hari pada 20 dan 21 Mei, Han Jian mengubah situasi, memenangkan kedua pertandingan. Dia pertama-tama menyamakan skor dengan mengalahkan Lius Pongoh di tunggal putra kedua, kemudian mengalahkan sang raja legendaris Liem Swie King di tunggal putra keempat untuk kembali menyamakan 3-3 setelah tertinggal 3-1.
Baca Juga: Olimpiade Tokyo Dibatalkan Jika Gagal Digelar Tahun 2021
Fakta bahwa kemenangan perdana mereka datang di Inggris, pertama kali kompetisi telah kembali ke Eropa sejak edisi perdana pada tahun 1949, memperindah kepercayaan China. Bertanding di empat tempat berbeda - Huddersfield, Gloucester, Preston dan Birmingham - pertandingan pindah ke Royal Albert Hall London, saat Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip hadir pada malam kedua.
Baca Juga: Peneliti Temukan Kelainan Usus Pasien Covid-19 Berimplikasi Pembekuan Darah
Lima hari sebelum duel dengan Indonesia di final, China mengirim peringatan yang tidak menyenangkan dengan kemenangan semifinal 8-1 atas Denmark yang tidak diperkuat Morten Frost. Di final yang dimainkan selama dua hari pada 20 dan 21 Mei, Han Jian mengubah situasi, memenangkan kedua pertandingan. Dia pertama-tama menyamakan skor dengan mengalahkan Lius Pongoh di tunggal putra kedua, kemudian mengalahkan sang raja legendaris Liem Swie King di tunggal putra keempat untuk kembali menyamakan 3-3 setelah tertinggal 3-1.
Baca Juga: Olimpiade Tokyo Dibatalkan Jika Gagal Digelar Tahun 2021
Lihat Juga :