Guardiola Klaim Leg Kedua Semifinal Selalu Sulit

loading...
Guardiola Klaim Leg Kedua Semifinal Selalu Sulit
Guardiola menyadari bahwa tahap semifinal Liga Champions tidak mengenal ampun, meskipun ia memiliki rapor bagus saat mengantarkan Barcelona merebut trofi juara sebanyak dua kali, satu dekade lalu / Foto: Kolase
MANCHESTER - Pep Guardiola mengklaim Manchester City bakal menghadapi tugas berat saat mereka menjamu Paris Saint Germain (PSG) pada laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Pelatih berkepala plontos itu merupakan salah satu pelatih yang pernah mengantarkan Barcelona merebut trofi juara Liga Champions dua kali, satu dekade lalu. Tetapi dia menyadari tahap semifinal bisa sangat tak mengenal ampun.

Sejatinya Guardiola menganggap kemenangan 2-1 pada leg pertama semifinal, dan menempatkan mereka di posisi yang menguntungkan untuk mencapai final pertama mereka di kompetisi teratas Eropa. Meski begitu, ia merasa Man City belum bisa dianggap aman, sebab apa pun masih bisa terjadi.

BACA JUGA: Preview Man City vs Paris Saint-Germain: Ogah Tertipu!

"Dari pengalaman saya, semifinal selalu sulit. Anda bermain dengan hasil leg pertama, Anda bermain dengan pikiran di sini memikirkan final, final, final. Terkadang Anda bisa melupakan apa yang harus Anda lakukan," cetus Guardiola dikutip dari laman resmi klub, Selasa (4/5).

"Menurut pengalaman saya, leg kedua semifinal adalah yang sulit. Final benar-benar berbeda, bukan berarti lebih mudah, ini sangat berbeda."



BACA JUGA: Mbappe Masuk Daftar Skuat PSG untuk Lawan Man City di Leg Kedua

Perjalanan Man City musim ini terbilang bagus ketimbang musim sebelumnya. Tak hanya mampu mengakhiri kutukan dua kali terhenti di perempat final Liga Champions saja, klub berjuluk The Citizens ingin menjaga rekor kemenangannya di kompetisi teratas Eropa.

Saat ini Man City telah mengumpulkan enam pertandingan terakhir mereka dan memiliki 10 dari 11 kemenangan di Liga Champions musim ini. Sekarang pasukan Pep Guardiola membidik kemenangan ketujuh beruntun untuk menyalip rekor Manchester United (1965-66), Leeds United (1969-70), dan Arsenal (2005) sebagai pemegang rekor klub Inggris untuk meraih kemenangan terlama di turnamen klub utama Eropa.

"Saya tidak tahu apakah berhasil dalam kompetisi ini, saat ini pengalaman. Saya ingin merasa kami telah belajar dari kekalahan kami tetapi saya tidak tahu bagaimana kami akan bereaksi - itu selalu menjadi misteri. Kekecewaan yang kami alami, terutama dalam dua musim terakhir di perempat final melawan Tottenham Hotspur dan Lyon, berada di sini lagi itu menyenangkan," tutur Guardiola.

"Saya ingin mengatakan kami telah belajar dari itu tapi mungkin besok kami bisa memainkan pertandingan yang buruk. Pada saat yang sama, apa yang saya pikirkan saat ini adalah kami akan melakukan permainan yang luar biasa dan mencapai final. Ini perasaan saya, tetapi jika yang lain lebih baik kami memberi selamat kepada lawan. Kami tidak ingin melewatkan kesempatan ini dengan tidak menjadi diri kami sendiri. Saya merasa kami akan melakukannya dengan baik," pungkas Guardiola.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top