Pemain Berlutut Sebelum Kickoff, Timnas Inggris Minta Suporter Jaga Mulut
Kamis, 03 Juni 2021 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Bintang Timnas Inggris yang menyandang ban kapten untuk Aston Villa, Jack Grealish , secara terang-terangan membenci aksi suporter. Menurut Grealish, disukai atau tidak, kampanye berlutut sebelum kick-off merupakan sikap terbaik untuk memperlihatkan perlawanan terhadap praktik rasisme.
“Saya mendengarnya (suporter menyoraki pemain, red) dan saya tidak menyukainya sama sekali. Tak ada pemain yang menyukainya,” kata Jack Grealish.
Para pemain Inggris baik di level timnas maupun klub mulai berlutut sejak kematian pria kulit hitam bernama George Floyd di Amerika Serikat tahun lalu. Kematian George Floyd akibat aksi brutal polisi membuat para atlet dan figur publik lain menggunakan nama besar mereka untuk kampanye anti rasisme.
Klub-klub di Inggris sendiri cukup keras memandang gerakan anti-rasisme. Manajemen klub-klub peserta Premier League pernah memboikot media sosial karena pemainnya menjadi sasaran komentar bernada rasisme di jejaring sosial.
Masalah rasisme sampai hari ini masih menjadi pekerjaan besar Liga Inggris dan Federasi Sepak bola Inggris (FA). Upaya untuk melindungi pemain dari aksi rasisme suporter baik di lapangan maupun di media sosial seakan menjadi pekerjaan yang tak kunjung selesai.
“Saya mendengarnya (suporter menyoraki pemain, red) dan saya tidak menyukainya sama sekali. Tak ada pemain yang menyukainya,” kata Jack Grealish.
Para pemain Inggris baik di level timnas maupun klub mulai berlutut sejak kematian pria kulit hitam bernama George Floyd di Amerika Serikat tahun lalu. Kematian George Floyd akibat aksi brutal polisi membuat para atlet dan figur publik lain menggunakan nama besar mereka untuk kampanye anti rasisme.
Klub-klub di Inggris sendiri cukup keras memandang gerakan anti-rasisme. Manajemen klub-klub peserta Premier League pernah memboikot media sosial karena pemainnya menjadi sasaran komentar bernada rasisme di jejaring sosial.
Masalah rasisme sampai hari ini masih menjadi pekerjaan besar Liga Inggris dan Federasi Sepak bola Inggris (FA). Upaya untuk melindungi pemain dari aksi rasisme suporter baik di lapangan maupun di media sosial seakan menjadi pekerjaan yang tak kunjung selesai.
(mirz)
Lihat Juga :