Kisah Jadon Sancho Dari Sepak Bola Jalanan Kini Manusia Rp1,4 Triliun
Senin, 05 Juli 2021 - 07:23 WIB
loading...
Kisah Jadon Sancho Dari Sepak Bola Jalanan Jadi Manusia Rp1,4 Triliun
A
A
A
Kisah Jadon Sancho dari sepak bola jalanan London Selatan meroket kariernya menjadi pemain dengan transfer mahal £73 juta atau sekitar hampir Rp1,4 triliun di Manchester United . Karirer Sancho meroket setelah berkelana dari sepak bola jalanan, Watford, Manchester City dan Borussia Dortmund dan kini Manchester United.
Ya, Jadon Sancho akhirnya berseragam Manchester United, setelah lebih dari setahun negosiasi antara Setan Merah dan Borussia Dortmund dalam bursa transfer pemain . Pengeluaran sebesar £ 73 juta plus tambahan sudah cukup untuk meyakinkan raksasa Bundesliga untuk berpisah dengan aset berharga mereka.
Baca Juga: Lautaro Martinez: Argentina Tembus Semifinal Berkat Kepemimpinan Lionel Messi
Tetapi pada tahun 2012, jauh sebelum ia menjadi salah satu prospek paling menarik di Eropa di Borussia Dortmund dan dipaksa masuk ke skuat Inggris untuk Euro 2020, Sancho sedang mempelajari permainan di London Selatan. Ia lahir pada Maret 2000 dari orang tua Trinidad, dan dibesarkan di Kennington. ’’Saya menyebut diri saya pesepakbola jalanan, di situlah saya belajar trik saya,’’kata Jadon Sancho kepada Sky Sports.
’’Saya berada di sebuah perkebunan. Ada taman di belakang yang kami sebut Blue Park, dan kami dulu hanya pergi ke sana dan selama dua jam bermain mini game, semua orang biasa masuk ke dalamnya,’’cerita Jadon Sancho.
’’Dulu saya punya semua triknya dan saya melakukannya seperti anak laki-laki yang lebih tua.Mereka bermain dengan baik sehingga mereka tidak ingin menyakiti kami para pemain muda. Tapi mereka pikir saya siap bermain dengan mereka.’’
Sayce Holmes-Lewis adalah pelatih komunitas untuk Southwark Council, yang melatih Sancho dalam tim anak-anak paling berbakat di London Selatan dan tumbuh dekat dengan anak berusia 12 tahun itu dan ayahnya, Sean.
Ya, Jadon Sancho akhirnya berseragam Manchester United, setelah lebih dari setahun negosiasi antara Setan Merah dan Borussia Dortmund dalam bursa transfer pemain . Pengeluaran sebesar £ 73 juta plus tambahan sudah cukup untuk meyakinkan raksasa Bundesliga untuk berpisah dengan aset berharga mereka.
Baca Juga: Lautaro Martinez: Argentina Tembus Semifinal Berkat Kepemimpinan Lionel Messi
Tetapi pada tahun 2012, jauh sebelum ia menjadi salah satu prospek paling menarik di Eropa di Borussia Dortmund dan dipaksa masuk ke skuat Inggris untuk Euro 2020, Sancho sedang mempelajari permainan di London Selatan. Ia lahir pada Maret 2000 dari orang tua Trinidad, dan dibesarkan di Kennington. ’’Saya menyebut diri saya pesepakbola jalanan, di situlah saya belajar trik saya,’’kata Jadon Sancho kepada Sky Sports.
’’Saya berada di sebuah perkebunan. Ada taman di belakang yang kami sebut Blue Park, dan kami dulu hanya pergi ke sana dan selama dua jam bermain mini game, semua orang biasa masuk ke dalamnya,’’cerita Jadon Sancho.
’’Dulu saya punya semua triknya dan saya melakukannya seperti anak laki-laki yang lebih tua.Mereka bermain dengan baik sehingga mereka tidak ingin menyakiti kami para pemain muda. Tapi mereka pikir saya siap bermain dengan mereka.’’
Sayce Holmes-Lewis adalah pelatih komunitas untuk Southwark Council, yang melatih Sancho dalam tim anak-anak paling berbakat di London Selatan dan tumbuh dekat dengan anak berusia 12 tahun itu dan ayahnya, Sean.
Lihat Juga :