Tersingkir karena Penalti, Pelatih Denmark Masih Belum Terima Kekalahan
Kamis, 08 Juli 2021 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Hjulmand jelas merasa kecewa. Sebab, lewat titik putih tersebut, Inggris akhirnya sukses merebut kemenangan. Kane yang bertindak sebagai eksekutor mampu mencetak gol meski tendangan penaltinya sempat ditepis oleh kiper Denmark, Kasper Schmeichel. Laga pun berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Inggris.
Dengan kekalahan tersebut, maka langkah Denmark harus terhenti di semifinal Piala Eropa 2020. Sedangkan The Three Lions –julukan Timnas Inggris– akan melaju ke babak final dan bertemu dengan Italia.
![Tersingkir karena Penalti, Pelatih Denmark Masih Belum Terima Kekalahan]()
Sejauh ini, Hjulmand mengaku masih belum menerima kekalahan tersebut. Dia mengatakan memiliki kepahitan karena meninggalkan turnamen impian mereka dengan cara tragis.
“Rasanya pahit tetapi kami harus mencerna ini sebelum kami dapat mendiskusikan perasaan ini. Ini cara yang pahit untuk meninggalkan turnamen. Cara kami kalah membuat lebih sulit untuk memahami mengapa kami kalah. Saya harus berhati-hati dengan apa yang saya katakan. Kami memiliki tim yang luar biasa dan kami pasti bisa melakukan sesuatu yang hebat lagi,” tutur pelatih 49 tahun tersebut.
“Mungkin lebih mudah bagi saya untuk mengatakan apa yang saya rasakan dalam beberapa hari,” tutup Hjulmand.
Dengan kekalahan tersebut, maka langkah Denmark harus terhenti di semifinal Piala Eropa 2020. Sedangkan The Three Lions –julukan Timnas Inggris– akan melaju ke babak final dan bertemu dengan Italia.

Sejauh ini, Hjulmand mengaku masih belum menerima kekalahan tersebut. Dia mengatakan memiliki kepahitan karena meninggalkan turnamen impian mereka dengan cara tragis.
“Rasanya pahit tetapi kami harus mencerna ini sebelum kami dapat mendiskusikan perasaan ini. Ini cara yang pahit untuk meninggalkan turnamen. Cara kami kalah membuat lebih sulit untuk memahami mengapa kami kalah. Saya harus berhati-hati dengan apa yang saya katakan. Kami memiliki tim yang luar biasa dan kami pasti bisa melakukan sesuatu yang hebat lagi,” tutur pelatih 49 tahun tersebut.
“Mungkin lebih mudah bagi saya untuk mengatakan apa yang saya rasakan dalam beberapa hari,” tutup Hjulmand.
(mirz)
Lihat Juga :