Tangis Mayweather Pecah Usai Dibekuk Petinju Pegawai Supermarket
Jum'at, 23 Juli 2021 - 07:08 WIB
loading...
Tangis Mayweather Pecah Usai Dibekuk Petinju Pegawai Supermarket/The Sun
A
A
A
Tangis Floyd Mayweather Jr pecah di depan kamera usai dibekuk petinju Bulgaria Serafiv Todov yang bekerja di Supermarket. Ya, Mayweather menangis setelah merasakan kekalahan terakhirnya saat tampil di Olimpiade Atlanta 1996 sebelum menjadi petinju tak terkalahkan dengan rekor 50-0 di ring profesional.
Legenda tinju masa depan asal Amerika Serikat itu tidak menyangka akan mengalami kekalahan dari Todorov di semifinal Kelas Bulu di Olimpiade Atlanta 1996.Drama terjadi ketika Mayweather dinyatakan kalah meski wasit mengangkat tangannya tanda sebagai pemenang.
Baca Juga: Bogeman Mengerikan Mike Tyson Nyaris Bikin Jawara MMA Terjungkal
Penonton pun heboh dengan hasil yang dibacakan dengan kekalahan Mayweather. Dia tak percaya harus kalah dari Todorov yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan Supermarket di Negaranya. Mayweather yang kala itu berusia 19 tahun pun menangis. ’’Saya merasa saya memenangkan pertarungan,’’kata Mayweather.
Petinju Amerika itu kemudian ditanya apakah menurutnya Todorov diberi perlakuan istimewa. Pada saat itulah emosi Mayweather meluap saat dia menangis. Mayweather harus puas dengan medali perunggu.
Dua bulan setelah drama kekalahan menyakitkan di Olimpiade Atlanta, Mayweather memutuskan promosi ke profesional. Mayweather menggunakan kekalahan menyakitkan itu sebagai motivasi untuk tidak pernah dikalahkan lagi, pernah menggambarkannya sebagai, ’’Salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada saya’’.
Dan itu terbukti sangat penting dalam karier pro Mayweather yang pensiun dengan rekor sempurna 50-0, sebagai juara dunia lima kelas dan petarung terkaya sepanjang masa.Tapi itu adalah cerita yang sama sekali berbeda untuk penakluk kontroversial Todorov.
Legenda tinju masa depan asal Amerika Serikat itu tidak menyangka akan mengalami kekalahan dari Todorov di semifinal Kelas Bulu di Olimpiade Atlanta 1996.Drama terjadi ketika Mayweather dinyatakan kalah meski wasit mengangkat tangannya tanda sebagai pemenang.
Baca Juga: Bogeman Mengerikan Mike Tyson Nyaris Bikin Jawara MMA Terjungkal
Penonton pun heboh dengan hasil yang dibacakan dengan kekalahan Mayweather. Dia tak percaya harus kalah dari Todorov yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan Supermarket di Negaranya. Mayweather yang kala itu berusia 19 tahun pun menangis. ’’Saya merasa saya memenangkan pertarungan,’’kata Mayweather.
Petinju Amerika itu kemudian ditanya apakah menurutnya Todorov diberi perlakuan istimewa. Pada saat itulah emosi Mayweather meluap saat dia menangis. Mayweather harus puas dengan medali perunggu.
Dua bulan setelah drama kekalahan menyakitkan di Olimpiade Atlanta, Mayweather memutuskan promosi ke profesional. Mayweather menggunakan kekalahan menyakitkan itu sebagai motivasi untuk tidak pernah dikalahkan lagi, pernah menggambarkannya sebagai, ’’Salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada saya’’.
Dan itu terbukti sangat penting dalam karier pro Mayweather yang pensiun dengan rekor sempurna 50-0, sebagai juara dunia lima kelas dan petarung terkaya sepanjang masa.Tapi itu adalah cerita yang sama sekali berbeda untuk penakluk kontroversial Todorov.
Lihat Juga :