Stadion Tertua di Indonesia Saksi Kejayaan Arema di Era Galatama
Jum'at, 23 Juli 2021 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Namun dulu disebutkan Eko, Stadion Gajayana belum seperti saat ini. Beberapa kali pemugaran juga dilakukan dari awal bentuknya yang hanya tampak konstruksi tribun yang rendah. Pemugaran terbesar di era Wali Kota Malang Kolonel Soegiyono yang menjabat dari tahun1973 - 1983.
Dari sini nama stadion ini akhirnya diubah menjadi nama Gajayana. Nama ini mengacu pada nama raja dari Kerajaan Kanjuruhan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur, yang sudah ada sejak tahun 700-an masehi. Sayang hingga kini nama asli Stadion Gajayana di era masa kolonial Belanda belum diketahui secara pasti, sebab catatan sejarah nama Gajayana muncul baru ketika perbaikan besar - besaran stadion di sekitar tahun 1980-an
![Stadion Tertua di Indonesia Saksi Kejayaan Arema di Era Galatama]()
"Kalau nama saya belum menemukan datanya, nama Gajayana untuk Malang kan raja Gajayana dan situs Kanjuruhan tertua di Jawa Timur, peradaban Malang sudah sejak ada 760m. Sudah peradaban maju sejak dahulu, mungkin itu kebanggaan juga," bebernya.
"Jadi Kanjuruhan ini kerajaan tertua di Jawa Timur, seumuran dengan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat yang berdiri abad 7 - 8 masehi. Jadi mungkin untuk pelestarian akhirnya diabdikan dengan sebuah nama stadion itu," tambahnya.
Tercatat sejak diresmikan beroperasi setidaknya ada sembilan tim sepakbola yang pernah bermarkas di Stadion Gajayana. Diawali dengan Voetbalbond Malang en Omstreken di tahun1924 - 1928, Malangshce Voetbal Bond di tahun1928 - 1934, dan Malangshce Voetbal Unie di tahun1934 - 1952.
![Stadion Tertua di Indonesia Saksi Kejayaan Arema di Era Galatama]()
Selanjutnya ada tim PSIM Malang pada tahun1934 - 1952, Persema Malang sejak tahun 1952, kemudian Arema Indonesia sejak tahun 1987. Disusul berikutnya tim Arema FC, Sumbersari FC mulai tahun 2018, nama terakhir merupakan tim yang berlaga di Liga 3 Regional Jawa Timur.
Di Stadion Gajayana ini pula, pernah menjadi saksi Arema menggenggam juara era Galatama XII musim kompetisi1992 - 1993. Hingga sekarang, setidaknya Stadion Gajayana mampu menampung hingga25.000penonton sejak renovasi terakhir di 2008 lalu.
Kini meski tak lagi difungsikan sebagai kandang Arema FC lantaran sudah pindah homebase ke Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Stadion Gajayana masih digunakan sebagai arena latihan Arema FC dan menjadi perhelatan pertandingan sepakbola di tingkat Liga 3 dan kompetisi internal di Kota Malang.
Dari sini nama stadion ini akhirnya diubah menjadi nama Gajayana. Nama ini mengacu pada nama raja dari Kerajaan Kanjuruhan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur, yang sudah ada sejak tahun 700-an masehi. Sayang hingga kini nama asli Stadion Gajayana di era masa kolonial Belanda belum diketahui secara pasti, sebab catatan sejarah nama Gajayana muncul baru ketika perbaikan besar - besaran stadion di sekitar tahun 1980-an

"Kalau nama saya belum menemukan datanya, nama Gajayana untuk Malang kan raja Gajayana dan situs Kanjuruhan tertua di Jawa Timur, peradaban Malang sudah sejak ada 760m. Sudah peradaban maju sejak dahulu, mungkin itu kebanggaan juga," bebernya.
"Jadi Kanjuruhan ini kerajaan tertua di Jawa Timur, seumuran dengan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat yang berdiri abad 7 - 8 masehi. Jadi mungkin untuk pelestarian akhirnya diabdikan dengan sebuah nama stadion itu," tambahnya.
Tercatat sejak diresmikan beroperasi setidaknya ada sembilan tim sepakbola yang pernah bermarkas di Stadion Gajayana. Diawali dengan Voetbalbond Malang en Omstreken di tahun1924 - 1928, Malangshce Voetbal Bond di tahun1928 - 1934, dan Malangshce Voetbal Unie di tahun1934 - 1952.

Selanjutnya ada tim PSIM Malang pada tahun1934 - 1952, Persema Malang sejak tahun 1952, kemudian Arema Indonesia sejak tahun 1987. Disusul berikutnya tim Arema FC, Sumbersari FC mulai tahun 2018, nama terakhir merupakan tim yang berlaga di Liga 3 Regional Jawa Timur.
Di Stadion Gajayana ini pula, pernah menjadi saksi Arema menggenggam juara era Galatama XII musim kompetisi1992 - 1993. Hingga sekarang, setidaknya Stadion Gajayana mampu menampung hingga25.000penonton sejak renovasi terakhir di 2008 lalu.
Kini meski tak lagi difungsikan sebagai kandang Arema FC lantaran sudah pindah homebase ke Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Stadion Gajayana masih digunakan sebagai arena latihan Arema FC dan menjadi perhelatan pertandingan sepakbola di tingkat Liga 3 dan kompetisi internal di Kota Malang.
Lihat Juga :