alexametrics

Jadi Andalan Tim Ferrari, Leclerc Tak Percaya Diri

loading...
Jadi Andalan Tim Ferrari, Leclerc Tak Percaya Diri
Tim Ferrari. Foto/Reuters
A+ A-
MONTE CARLO - Beban berat kini dipikul Charles Leclerc sepeninggal Sebastian Vettel. Pembalap asal Monako itu akan menjadi andalan utama tim Scuderia Ferrari pada Formula One (F1) 2021. Namun, driver berusia 22 tahun tersebut justru belum percaya diri terlibat dalam persaingan gelar juara dunia.

Setelah Vettel meninggalkan Ferrari akhir musim ini, Leclerc dipastikan akan menjadi pembalap pertama tim berbasis di Italia tersebut. Dia juga diprediksi bakal menjadi salah satu pesaing terkuat dalam perebutan gelar juara dunia. Namun, Leclerc memilih merendah. Dia mengaku masih butuh waktu untuk bisa mewujudkan impiannya tersebut.

Kepergian Vettel jelas akan membuatnya mendapatkan pandangan yang berbeda. Leclerc menjadi harapan Ferrari agar bisa memberikan timnya trofi juara konstruktor yang terakhir kali didapatkan pada 2008. Apalagi, tim yang bermarkas di Maranello ini belum pernah membawa pembalapnya menjadi juara dunia sejak Kimi Raikkonen meraihnya pada 2007. (Baca: Kontrak Terancam, Alex Marquez Butuh Balapan)



Namun, pembalap kelahiran 16 Oktober 1997 ini menyatakan masih membutuhkan peningkatan bukan hanya dari tim, tapi juga dirinya sebelum impiannya menjadi kenyataan. Dia berharap bisa terus mendapatkan pengalaman sebelum waktunya menjadi pesaing terkuat sebagai juara dunia F1 di masa depan.

“Jika saya berpikir tentang menjadi juara dunia, saya tidak tahu apa yang diharapkan. Saya belum pernah dalam situasi seperti itu. Saya harus bekerja karena masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Saya senang dengan perkembangan selama ini. Tapi, masih banyak yang harus dilakukan. Saya berharap berhasil suatu hari nanti. Tapi, saya masih jauh (jadi juara dunia),” kata Leclerc, dilansir skysportitalia.

Tahun lalu, Leclerc menyelesaikan musim di posisi keempat klasemen pembalap dengan meraih dua kemenangan dan mengumpulkan 264 poin. Pencapaian itu jauh di belakang sang juara dunia dari tim Mercedes Lewis Hamilton dengan selisih 149 poin. Begitu juga klasemen konstruktor di mana Ferrari berada di posisi kedua dengan menghasilkan 504 atau berselisih 235 di belakang Mercedes.

Meski begitu, Leclerc mengaku puas dengan hasil balapannya musim lalu. Dia berharap bisa memperbaikinya tahun ini dan bersemangat agar balapan yang sudah tertunda hampir tiga bulan akibat pandemi virus korona. Bahkan, Leclerc juga tidak keberatan dan bersemangat untuk mencoba menjadi pesaing dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini. (Baca juga: Bersiap New Normal)

“Saya pergi tidur dan terbangun dengan satu ide di kepalaku, yaitu balapan. Saya sangat merindukannya, berlatih lebih dari sebelumnya untuk siap ketika kita mulai balapan lagi,” ungkapnya.

Saat ini, balapan pertama musim ini memang belum menemui kepastian kapan akan berlangsung. Bahkan, Sirkuit Silverstone yang dikabarkan menggelar dua balapan secara beruntun pada 26 Juli dan 2 Agustus, juga terancam batal. Pasalnya, Pemerintah Inggris akan menerapkan karantina selama 14 hari pada semua penerbangan internasional mulai 8 Juni. Kondisi ini tentu akan menghambat pergelaran F1 yang melibatkan banyak ofisial dari berbagai negara. (Raikhul Amar)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak