Kisah Ajaib 3 Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali di Nomor Lari 100 Meter Putri
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:20 WIB
loading...
Kisah Ajaib 3 Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali di Nomor Lari 100 Meter Putri. Foto: Kolase/Twitter
A
A
A
TOKYO - Tiga pelari asal Jamaika, Elaine Thompson-Herah, Shelly-Ann Fraser-Pryce dan Shericka Jackson sukses menyapu bersih semua medali di nomor 100 meter putri Olimpiade Tokyo 2020 . Namun, di balik keberhasilan itu ada banyak perjuangan mereka untuk bisa merebut medali emas, perak, dan perunggu.
Sebagaimana diketahui, Thompsoh-Herah dan dua atlet Jamaika lainnya itu melakoni laga di 100 meter putri akhir pekan lalu. Penampilan luar biasa pun ditunjukkan ketiganya yang memastikan semua medali di nomor tersebut untuk Jamaika.
Baca Juga: Zohri Bakal Perbaiki Start dan Pertahankan Kecepatan
Thompson-Herah sendiri, mempertahankan medali emasnya yang sebelumnya diraih di Olimpiade Rio 2016 dengan waktu 10,61 detik. Bahkan catatan itu menjadikan Thompson-Herah sebagai wanita tercepat kedua dalam sejarah di belakang ikon Amerika Serikat (AS) Florence Griffith-Joyner, yang mencatat rekor dunia 10,49 pada tahun 1988.
Perjuangan Herah sendiri tidak mudah untuk merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, sebelum ini ia harus menghadapi tantangan cedera yang membuatnya sempat terpuruk. Namun begitu, ia akhirnya untuk tetap fokus karena tujuan utamanya adalah menjadi yang terbaik di Tokyo.
Sebagaimana diketahui, Thompsoh-Herah dan dua atlet Jamaika lainnya itu melakoni laga di 100 meter putri akhir pekan lalu. Penampilan luar biasa pun ditunjukkan ketiganya yang memastikan semua medali di nomor tersebut untuk Jamaika.
Baca Juga: Zohri Bakal Perbaiki Start dan Pertahankan Kecepatan
Thompson-Herah sendiri, mempertahankan medali emasnya yang sebelumnya diraih di Olimpiade Rio 2016 dengan waktu 10,61 detik. Bahkan catatan itu menjadikan Thompson-Herah sebagai wanita tercepat kedua dalam sejarah di belakang ikon Amerika Serikat (AS) Florence Griffith-Joyner, yang mencatat rekor dunia 10,49 pada tahun 1988.
Perjuangan Herah sendiri tidak mudah untuk merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, sebelum ini ia harus menghadapi tantangan cedera yang membuatnya sempat terpuruk. Namun begitu, ia akhirnya untuk tetap fokus karena tujuan utamanya adalah menjadi yang terbaik di Tokyo.
Lihat Juga :