Kisah Emma Raducanu: Batal Jadi Pengacara, Kini Petenis Triliuner

Senin, 13 September 2021 - 07:26 WIB
loading...
A A A
Emma menceritakan dalam sebuah wawancara dengan Lawn Tennis Association bagaimana dia memiliki ambisi untuk berkarier di bidang hukum. Dia berkata: "Saya suka banyak berdebat dan berbicara kembali sedikit!"

Emma lahir di Toronto, Kanada, pada November 2002, putri dari ayah Rumania dan ibu Tionghoa. Dia pindah ke London pada usia dua tahun.
Pada usia 16, Emma menjadi profesional dengan dukungan pelatih saat itu Nigel Sears - ayah mertua Andy Murray. Sears, mengungkapkan saat dia memulai karier tenis profesional pada tahun 2018, mengatakan: “Saya tahu dia luar biasa''.

''Pada usia 16 dia memenangkan turnamen USD25.000 dan setelah itu dia menjadi runner-up di acara USD25k lainnya. Mengetahui betapa baiknya dia dan betapa pintarnya dia, saya berkata kepadanya, ''Oke, Emma, Anda akan menjadi profesional sekarang''.

Awal tahun ini, Emma menikmati laju yang memukau ke babak 16 besar di Wimbledon, Grand Slam pertamanya. Dia memulai sebagai wildcard tetapi merebut hati bangsa dengan tiga kemenangan luar biasa sebelum mundur karena masalah pernapasan.

Bintang muda itu menghadapi gelombang kritik pada saat itu, dengan dingin dituduh tidak mampu menangani tekanan di Wimbledon. Tapi dia membuktikan keraguannya salah di AS Terbuka. Selebritas, bangsawan, dan politisi berbaris untuk mendoakan keberuntungannya - termasuk Duke dan Duchess of Cambridge, Boris Johnson dan tim McLaren F1.

Satu-satunya orang yang menghalangi jalannya menuju kejayaan adalah sesama remaja Fernandez. Mereka bermain satu sama lain di acara junior Wimbledon pada 2018, dengan Emma menang 6-2, 6-4. Tapi mereka tidak bermain satu sama lain lagi sampai final AS Terbuka.

Petenis Inggris itu, yang melaju ke final tanpa kehilangan satu set pun, peringkatnya terlalu rendah, di peringkat 150 dunia, untuk menjadi undian utama turnamen AS. Itu berarti dia harus berjuang keras melalui tiga putaran kualifikasi dalam usahanya untuk mengakhiri penantian Inggris untuk gelar tunggal Grand Slam wanita pertama sejak kemenangan Virginia Wade di Wimbledon 1977.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Petenis Paling Berbakat...
3 Petenis Paling Berbakat di Dunia yang Tak Pernah Menjuarai Grand Slam
Janice Tjen Terhenti...
Janice Tjen Terhenti di Babak Pertama French Open 2026
Kejutan, Janice Tjen...
Kejutan, Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Indian Wells 2026 usai Ditekuk Jaqueline Cristian
Janice Tjen Bicara Target...
Janice Tjen Bicara Target Jelang Tampil di Indian Wells 2026
Janice Tjen Tembus Ranking...
Janice Tjen Tembus Ranking 36 Dunia, Bayangi Rekor Legendaris Yayuk Basuki
Janice Tjen Kalahkan...
Janice Tjen Kalahkan Petenis Kanada, Tembus 16 Besar Dubai Championships 2026
Lapangan Tenis Tak Lagi...
Lapangan Tenis Tak Lagi Sekadar Arena Bermain, Standar Dunia Jadi Acuan
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Cetak Sejarah di Shuzou...
Cetak Sejarah di Shuzou WTA 2025, Pendidikan Aldila Sutjiadi Jadi Sorotan
Special Bola
Gagal Jadi Wasit Piala...
Bola Dunia
Gagal Jadi Wasit Piala Dunia, Omar Artan Bakal Pimpin Piala Super Eropa 2026
Eks Arsenal Thomas Partey...
Bola Dunia
Eks Arsenal Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada, Gagal Perkuat Timnas Ghana di Piala Dunia 2026?
Dukungan Total Suporter...
Bola Dunia
Dukungan Total Suporter Panaskan Atmosfer Okezone National Championship 2026
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Berita Terkini
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved