Piala Sudirman: Indonesia Waspadai Kekuatan Denmark
Jum'at, 24 September 2021 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Begitu pula dengan Mia yang mengandalkan permainan menyerang. Hanya saja, secara pengalaman, Gregoria akan lebih sebanding dengan Mia.
Gregoria juga tidak bisa dianggap remeh karena secara teknik, juara dunia junior 2017 cukup ditakuti para pebulu tangkis putri lainnya.
Karena itu, menentukan wakil di tunggal putri untuk melawan Denmark sangat penting. Apalagi, sektor ini dinilai menjadi titik terlemah dalam skuat Merah-Putih yang bisa menjadi keuntungan lawan.
Beralih ke ganda putra, Denmark memiliki pasangan terbaik mereka yakni Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, yang duduk di peringkat 11 dunia.
Sejauh ini Astrup/Rasmussen punya rekor kurang bagus saat berhadapan dengan beberapa pasangan yang dimiliki Indonesia. Mereka hanya menang sekali dan kalah tujuh kali dari Markus Gideon/Kevin Sanjaya, serta belum pernah menang atas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di lima pertemuanmereka.
Astrup/Rasmussen hanya punya catatan bagus saat berhadapan dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka menang dua kali dan kalah satu kali dari pasangan lapis ketiga Indonesia itu. Jadi sepertinya akan sulit bagi Denmark untuk mendulang poin dari sektor ganda putra.
Namun, jika Denmark ingin memiliki opsi lain, mereka punya nama Mads Pieler Kolding yang cukup berpengalaman di ganda putra. Bersama pasangan terdahulunya yakni Mads Conrad Peterson, pemain berusia 33 tahun itu merupakan ganda putra andalan Denmark pada era 2015-2017.
Saat ini, Kolding tengah berpasangan dengan Frederik Sogard yang cukup bersinar di beberapa turnamen terakhir. Bisa saja, Denmark akan menukar Kolding untuk berpasangan dengan Astrup atau Rasmusen. Atau ada opsi lain, mereka dengan berani menurunkan Kolding/Sogard melawan ganda putra Indonesia. Tentu ini menarik untuk dinantikan.
Baca Juga: Tingkatkan Herd Immunity, PB Esport Indonesia Gelar Vaksinasi di Jayapura
Sebelumnya pelatih Herry Iman Pierngadi pun sangat optimis bahwa ganda putra Indonesia akan menyumbangkan poin saat melawan Denmark. Siapa pun yang diturunkan, Herry IP yakin baik Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, atau Fajar/Rian akan mampu melibas ganda Denmark.
“Kalau ganda putra denmark kan yang turun (Kim) Astrup (pasangan Anders Rasmussen) karena yang paling kuat itu saja. Terbalik dari Indonesia, mereka bakal mikir ‘Indonesia mainin siapa ya?’ karena punya tiga punya pasangan," ucap Herry IP.
"Nah kelebihannya kita bisa ngeliat lawan, kita bisa prediksi, itu keuntungan kita kalau bawa dua atau tiga pasangan,” terang lanjutnya kepada MNC Portal Indonesia.
Kemudian, ganda putri Denmark memiliki Maiken Fruergaard/Sara Thygesen yang duduk di peringkat 16 dunia. Mereka berbeda 10 peringkat dari pasangan ganda putri terbaik Indonesia saat ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Jika dilihat dari head to head, pasangan Denmark itu kalah enam kali dari Greysia/Apriyani. Akan tetapi, mereka bisa melakukan perlawanan sengit pada dua pertemuan terakhir dengan juara Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Gregoria juga tidak bisa dianggap remeh karena secara teknik, juara dunia junior 2017 cukup ditakuti para pebulu tangkis putri lainnya.
Karena itu, menentukan wakil di tunggal putri untuk melawan Denmark sangat penting. Apalagi, sektor ini dinilai menjadi titik terlemah dalam skuat Merah-Putih yang bisa menjadi keuntungan lawan.
Beralih ke ganda putra, Denmark memiliki pasangan terbaik mereka yakni Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, yang duduk di peringkat 11 dunia.
Sejauh ini Astrup/Rasmussen punya rekor kurang bagus saat berhadapan dengan beberapa pasangan yang dimiliki Indonesia. Mereka hanya menang sekali dan kalah tujuh kali dari Markus Gideon/Kevin Sanjaya, serta belum pernah menang atas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di lima pertemuanmereka.
Astrup/Rasmussen hanya punya catatan bagus saat berhadapan dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka menang dua kali dan kalah satu kali dari pasangan lapis ketiga Indonesia itu. Jadi sepertinya akan sulit bagi Denmark untuk mendulang poin dari sektor ganda putra.
Namun, jika Denmark ingin memiliki opsi lain, mereka punya nama Mads Pieler Kolding yang cukup berpengalaman di ganda putra. Bersama pasangan terdahulunya yakni Mads Conrad Peterson, pemain berusia 33 tahun itu merupakan ganda putra andalan Denmark pada era 2015-2017.
Saat ini, Kolding tengah berpasangan dengan Frederik Sogard yang cukup bersinar di beberapa turnamen terakhir. Bisa saja, Denmark akan menukar Kolding untuk berpasangan dengan Astrup atau Rasmusen. Atau ada opsi lain, mereka dengan berani menurunkan Kolding/Sogard melawan ganda putra Indonesia. Tentu ini menarik untuk dinantikan.
Baca Juga: Tingkatkan Herd Immunity, PB Esport Indonesia Gelar Vaksinasi di Jayapura
Sebelumnya pelatih Herry Iman Pierngadi pun sangat optimis bahwa ganda putra Indonesia akan menyumbangkan poin saat melawan Denmark. Siapa pun yang diturunkan, Herry IP yakin baik Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, atau Fajar/Rian akan mampu melibas ganda Denmark.
“Kalau ganda putra denmark kan yang turun (Kim) Astrup (pasangan Anders Rasmussen) karena yang paling kuat itu saja. Terbalik dari Indonesia, mereka bakal mikir ‘Indonesia mainin siapa ya?’ karena punya tiga punya pasangan," ucap Herry IP.
"Nah kelebihannya kita bisa ngeliat lawan, kita bisa prediksi, itu keuntungan kita kalau bawa dua atau tiga pasangan,” terang lanjutnya kepada MNC Portal Indonesia.
Kemudian, ganda putri Denmark memiliki Maiken Fruergaard/Sara Thygesen yang duduk di peringkat 16 dunia. Mereka berbeda 10 peringkat dari pasangan ganda putri terbaik Indonesia saat ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Jika dilihat dari head to head, pasangan Denmark itu kalah enam kali dari Greysia/Apriyani. Akan tetapi, mereka bisa melakukan perlawanan sengit pada dua pertemuan terakhir dengan juara Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Lihat Juga :