Dari Gudang Kecil, Keluarga Sartonk Ciptakan Sabuk Juara Tinju Dunia

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 17:21 WIB
loading...
Dari Gudang Kecil, Keluarga Sartonk Ciptakan Sabuk Juara Tinju Dunia
Dari Gudang Kecil, Keluarga Sartonk Ciptakan Sabuk Juara Tinju/The Sun
A A A
Proses pembuatan sabuk juara dunia tinju yang dimiliki Mike Tyson hingga Saul Canelo Alvarez bermula dari gudang kecil di Union City, New Jersey, Amerika Serikat. Dari gudang kecil sebuah rumah milik keluarga Sartonk inilah lahir sabuk juara tinju dunia yang melegenda.

Sabuk juara tinju dunia dibuat secara manual dari tangan kreatif dengan proses pembuatan yang susah payah. Keluarga Sartonk bertanggung jawab untuk menciptakan sabuk kejuaraan WBA, IBF, WBO, dan IBO yang begitu luar biasa.

Baca Juga: Menang Duel Trilogi, No Rematch, Wilder: Ini Menutup Buku Aku dan Fury!

Awalnya, Sartonk ditanya oleh bos perhiasannya, Phil Valentino, apakah dia tertarik membuat sabuk untuk organisasi tinju yang sedang berkembang kala itu. Sabuk pertama yang dia buat adalah reproduksi dari sabuk juara klasik Rocky Marciano dari tahun 1950-an.

Dari Gudang Kecil, Keluarga Sartonk Ciptakan Sabuk Juara Tinju Dunia


Pada pertengahan 70-an, ketika badan tinju didirikan, Sahaghian kemudian ditugaskan untuk hampir setiap sabuk. Pada tahun 2017, setelah mendedikasikan hidupnya untuk keahliannya, ia meninggal pada usia 95 - lima tahun setelah ia ditahbiskan ke dalam Hall of Fame Tinju New Jersey sebagai master pengrajin sarung tinju.

Sekarang, cucunya Edward Majian yang menangani lini produksi Sartonk. Ini adalah kisah mereka yang luar biasa. Periode emas Sahaghian, yang merupakan keturunan Armenia, memiliki kehidupan yang sulit di Rumania.

Setelah dia disiksa di kamp penjara Komunis di tanah airnya, dia akhirnya melarikan diri bersama istrinya, Nazeli ke Afrika Selatan dan Brasil, sebelum menetap di Amerika Serikat. Di sana, ia menjadi pembuat sepatu, pengrajin kulit, dan pembuat alat. Semua akan menempatkan dia dalam manfaat yang baik untuk karier masa depannya sebagai penikmat sabuk.

Di sebuah toko perhiasan milik Paul Valentino Sr, seorang penggemar tinju dengan ikatan dalam olahraga yang sudah merancang sabuk untuk petinju, dia akan menemukan panggilannya. Sahaghian yang kritis tidak tertarik pada desain Valentino dan mengatakan kepada bosnya bahwa dia bisa melakukan yang lebih baik.

"Ambil kuncinya. Buat apa yang kamu suka," kenang Sahaghian Valentino memberitahunya dalam sebuah wawancara dengan NJ.com sebelum kematiannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3439 seconds (11.97#12.26)