Sentuh Garis Finis Marathon Des Sables 254 Km di Sahara, Omar Agoes Dedikasikan untuk Anak Indonesia
Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:10 WIB
loading...
Omar Agoes pelari Indonesia pertama yang mampu menyelesaikan Marathon Des Sables/Foto/Deva Rachman
A
A
A
RABAT - Pelari Indonesia Omar Agoes mencatat prestasi luar biasa di event lari internasional. Omar menjadi pelari Indonesia pertama yang mampu menyelesaikan Marathon Des Sables. Bukan main-main, lomba menempuh jarak sepanjang 254 Km itu digelar di Gurun Sahara dan dikenal sebagai lomba lari terberat di dunia.
Omar tampil pada Marathon des Sables edisi ke-35 yang digelar selama 11 hari, mulai 1 hingga 11 Oktober, di Ouarzazate, Maroko selatan.
Baca juga: Hasil Bulu Tangkis Tunggal Putri PON XX Papua 2021: Ruselli Hartawan Gagal ke Semifinal
Menurut laman marathondessables.com, Omar turun di kategori putra usia 40 hingga 49 tahun atau V1 H. Pria 49 tahun itu menyentuh garis finis pada Sabtu (9/10/2021) waktu lokal. Secara keseluruhan,Omar peringkat 240, dan di kategori V1 H di urutan ke-76.
Kecepatan rata-rata Omar tercatat 4,23 km/jam. Dia mencatat waktu resmi 53 jam, 33 menit, 53 detik sepanjang 250 km yang dibagi dalam enam etape.
Baca juga: MotoGP 2021: Lin Jarvis Akui Beruntung Punya Fabio Quartararo
Tak semua peserta berhasil menyelesaikan lomba karena beratnya medan yang harus dilalui, selain berjarak enam kali maraton biasa. Ketangguhan fisik dan mental sangat dibutuhkan di lomba ini demi menghadang suhu panas gurun dan kehampaan saat berlari.
Omar tampil pada Marathon des Sables edisi ke-35 yang digelar selama 11 hari, mulai 1 hingga 11 Oktober, di Ouarzazate, Maroko selatan.
Baca juga: Hasil Bulu Tangkis Tunggal Putri PON XX Papua 2021: Ruselli Hartawan Gagal ke Semifinal
Menurut laman marathondessables.com, Omar turun di kategori putra usia 40 hingga 49 tahun atau V1 H. Pria 49 tahun itu menyentuh garis finis pada Sabtu (9/10/2021) waktu lokal. Secara keseluruhan,Omar peringkat 240, dan di kategori V1 H di urutan ke-76.
Kecepatan rata-rata Omar tercatat 4,23 km/jam. Dia mencatat waktu resmi 53 jam, 33 menit, 53 detik sepanjang 250 km yang dibagi dalam enam etape.
Baca juga: MotoGP 2021: Lin Jarvis Akui Beruntung Punya Fabio Quartararo
Tak semua peserta berhasil menyelesaikan lomba karena beratnya medan yang harus dilalui, selain berjarak enam kali maraton biasa. Ketangguhan fisik dan mental sangat dibutuhkan di lomba ini demi menghadang suhu panas gurun dan kehampaan saat berlari.
Lihat Juga :